Kamis, 29 September 2022

Baduy Dalam dan Keasrian Alam yang Harus Dijaga

 Haii teman-teman semuaa kali ini aku mau ceritain pengalaman aku berwisata ke Baduy Dalam…

Unch unch unchhhh, adinda aposkaa siihhh bun di Baduy Dalam?

(Nanti aku ceritain dibawahhh)

Sebetulnya mungkin sekitar tiga atau empat tahun yang lalu aku sudah berencana mau ke Baduy bareng temen2 EET (Etno Edu Trip) à yaituu sebuah acara tahunan mahasiswa Antropologi untuk berjalan-jalan sekaligus memperkuat pengalaman riset di berbagai desa. Hanya sajaaa aku tidak jadi ikut meski sudah bayar (no refund ) karena disuruh pulang mamaku.

Nah di pertengahan September ini seorang teman baik (yang masih single 😊) sebut saja inisialnya D-i-t-y-a tiba-tiba mengajakku untuk HEALING dengan berwisata ke Baduy Dalam. Dicarilah jasa Open Trip lewat Instagram dan minggu berikutnya kami cusss berangkat.

Tidak mahal, untuk biaya OT per orang cukup mengeluarkan uang sebesar 200 ribu rupiah, include travel elf dari stasiun Rangkasbitung ke terminal Cikaeum (PP), tour guide yang ramah, serta penginapan selama satu malam di rumah nativenya. Ohiya aku berangkat hari Sabtu 24 Sept-25 Sept hari Minggu. FYI kira-kira dari terminal Cikaeum ke Baduy Dalam itu berjarak 12 Km dengan medan yang beuhh, pokoke klo gak nyungsep atau kejengkang anda hebat si.

Nah ada apa aja sih di Baduy Dalam😉?

Nih aku spill ya,

Baduy dalam tepatnya di Kampung Cibeo ada pemukiman warga Baduy Dalam yang kompak! Kenapa kompak? Sebab, dari bahan bangunan rumah, cara membangun struktur rumah (tidak boleh menggunakan paku), hingga pakaian mereka semuanya sama. Untuk sekilas, warga Kampung terlihat egaliter, tidak ada keluarga yang lebih menonjol dari keluarga lainnya. DISCLAIMER: Cuma sekilas ya gais, karena aku disana hanya semalaman. Meskipun egaliter, terlihat sedikit hierarki dalam struktur masyarakatnya dengan adanya Puun atau ketua adat. Ketua adat memiliki tugas untuk memimpin masyarakat dalam memutuskan suatu hal, baik itu berupa perjodohan/pernikahan, pembagian tanah adat untuk dikelola, hingga hukuman bagi anggota masyarakat yang melanggar peraturan di desa. Mungkin masih banyak lagi, seperti memimpin berbagai ritual, hanya saja aku belum berkesempatan untuk menggali lebih dalam.

Di Baduy Dalam, juga terdapat beberapa kampung lain. Jujurly aku lupa masing-masing dari kp tersebut, yang aku ingat adalah setiap kp memiliki keunggulannya masing-masing, ada yang unggul di bidang keagamaan, ada yang unggul di bidang hasil perladangan, ada juga yang unggul di bidang kerajinan. (aduh gais aku banyak lupa coba kalian langsung aja deh ke Baduy Dalam hehe).

Baduy Dalam juga memiliki keindahan alam yang masih asri, dibuktikan dengan adanya spesies serangga yang masih bertahan di sekitar sungai seperti capung yang bewarna hijau metalik dan ungu. Sangat cantik. Capung disini memiliki sayap yang berwarna mencolok. Biasanya, capung yang aku lihat sayapnya transparan, tapi capung yang aku lihat di sungai di Baduy Dalam ini memiliki sayap berwarna seperti kupu-kupu tapi kecil.

Berasa seperti di surgaaa gak sihhh, mandi di sungai ditemani dengan serangga yang cantikk. Ohiya ketika malam, aku mandi di sungai Bersama temanku, kami melihat beberapa kunang-kunang, sungguh pemandangan yang sangatttt mesmerizinggg alias mempesona. Benar-benar seperti hidup di fairytale. Satu hal yang harus kalian tahu, ketika kita berada di Baduy Dalam, gak boleh yang namanya mandi menggunakan sabun atau sikat gigi dengan pasta gigi. Jadi disini 0 limbah domestik untuk kebutuhan mandi. Tahukah kamu bahwa limbah yang mencemari sungai di Jakarta paling banyak adalah limbah domestik seperti sampo? Hal ini kuketahui ketika membaca laporan riset mengenai air untuk tugas kuliah lho.

 

Perjalanan saya ke Baduy Dalam tidak terlepas dari botol platik yang dijual di beberapa tempat selama perjalanan di hutan, di sisi lain saya sangat kesulitan dalam menemukan tempat sampah. Sebuah ironi ya, jangan sampai tingginya minat masyarakat luar terhadap Baduy turut menyumbang sampah dan merusak keasrian daerah di Baduy. Jangan sampai juga botol-botol plastik tersebut menyentuh tanah dan sungai di kawasan Baduy tersebut. Saya juga berharap, pemerintah bisa memberikan solusi berupa pembangunan infrastruktur yang memadai untuk pengolahan dan pemanfaatan air tanpa botol kemasan. Saya juga sedikit kecewa melihat sampah bekas jajanan tertinggal di rumah para native, tolong bila anda adalah petualang jagalah kebersihan dan hargailah tempat kita bersinggah. Kalau tidak mau cape-cape membawa kembali sampah yang sudah kamu bawa lebih baik tidak perlu membawa jajanan apapun. BE MINDFUL BE THOUGHTFUL!

Selasa, 20 September 2022

Secuil Buah Pikiran NabsaurusTentang Fenomena HR di Linkedin Menawarkan Lowongan Untuk Ex Karyawan Shopee

 


Sejak akhir Juli, dan sekarang sudah menginjak akhir September, tepatnya tanggal 21 September 2022, aku masih belum memiliki pekerjaan tetap. Lebih buruk, dunia kerja sedang dilanda layoff, terutama yang pagi ini menjadi trend yaitu fenomena para HR di LinkedIn yang mencari bekas karyawan Shopee untuk dipekerjakan. Idealnya, para bekas karyawan di Shopee memang memiliki nilai tambah karena pengalaman pernah bekerja di sebuah start up besar. Fenomena ini menjadi perdebatan di Twitter karena para HR yang memburu bekas karyawan Shopee disebut-sebut hanya sedang menaikkan citra brand. Terlepas dari berbagai pendapat, saya merasa apa yang dilakukan para HR tersebut sah-sah saja. Terserah mereka bila perusahaan mereka ingin menaikkan citra brand atau memang secara spesifik membidik bekas karyawan Shopee. Saya sendiri belum mendapatkan pekerjaan dan tidak memiliki keunggulan berupa pengalaman kerja di Shopee. Saya tidak masalah dengan fenomena ini. Saya lebih percaya dengan kerja keras daripada privilege.

Meski begitu, hendaknya para HR lebih kritis dalam merekrut agar iklim dunia kerja di Indonesia tidak mundur ke belakang dengan mempertontonkan ketidaksetaraan secara terang-terangan.

Sampai saat ini, sejak dua bulan lamanya saya masih belum mendapat pekerjaan. Solusinya hanya satu. Saya harus terus berusaha. Meratapi nasib dan membanding-bandingkan diri itu tidak ada dalam kamus hidup ala The Great Nabsaurus. 

Daripada meratapi diri mending aku saranin untuk kamu yang butuh tambahan team sebagai content writer atau admin finance sok atuh intip LinkedIn aku yahahaha 

#freshgraduate_and_eager_to_collaborate 

#belum_banyak_pengalaman_tapi_bisa_diandalkan

#Rely_on_me_smile_tomorrow



Rabu, 29 Juni 2022

MY PMS

 



Hai gaiiis aku The Great Nabsaurus yang lucu dan imut tapi suka swing mood bakal nulis artikel tentang my PMS. Sebenarnya tidak ada penjelasan ilmiah mengenai gejala-gejala PMS, nah makannya aku mau berbagi pengalaman personal tentang PMS supaya kita bisa relate dan mungkin kalo kalian mengalami gejala serta pengalaman yang berbeda boleh banget komen di kolom komentar ya netizen yang cantik dan budiwati.

(Duhh kayanya asik gak sih curhat pengalaman pas PMS! Bisa berbagi pain, I mean we are not a freak who got mad over nothing right? We must be have this deep wound and it need to be released!)

Sebelumnya, PMS itu singkatan dari Premenstrual Syndrome. Jadi bukan pas keluar darahnya ya. Kalau pas keluar darahnya itu disebut Menstruasi.

Biasanya gejala PMS itu muncul kurang lebih seminggu sebelum waktunya menstruasi. Dari mana sih aku tahuu? Dari aplikasi Flo, di aplikasi tersebut aku bisa nge-track perkiraan waktu mens dan juga memastikan kenormalan siklus mens yang aku alami.

Apa sih yang aku alami pada hari saat-saat mau mens? 1. AMARAHHHHH... 2. AMARAHHHH 3. BENCANAAA 

Ketika PMS melanda dengan serangan yang tak kasat mata, muncullah amarah yang meluap-luap, feel irritated and horny at the same time hadehh...

Ketika PMS, biasanya aku terbayang-bayang wajah orang-orang yang memuakkan, atau yang pernah menyakitiku di masa lalu (hiks) 

Aku merasa sedih, kesal, dan marah. Terkadang bila aku menahan amarahku, kesedihan itu hadir ke dalam mimpi dan membuatku menangis dalam tidurku. Aku tahu karena beberapa kali bangun dengan mata lepek dengan sisa sesenggukan dan kesedihan dari dalam mimpi. 

Terkadang, bila aku alpa dengan kesabaranku, dan mengikuti kelemahanku, aku meluapkan amarah dengan berkata-kata yang mampu menusuk tempurung kura-kura. 

Tentu ini tidak baik karena aku tidak mau menyakiti siapapun. 

Selain amarah dan kesedihan, gejala PMS itu horni pake banget alias horni kuadrat. Sebagai manusia yang tidak boleh diperbudak oleh hawa nafsu aku pun harus banget menahan-nahan rasa ini. Yaa masterbate is a good choice lol. BTW horni yang terus-terusan ini turut berkontribusi dalam situasi bad mood karena perasaan horni tersebut tidak terlampiaskan dengan tuntas dan paripurna. Kenapa nggak tuntas? for me as a woman, i prefer intimacy than a mere orgasm. huh

Intinya Ketika PMS aku yang lucu dan imut ini bisa menjadi alligator annihilator handal yang menguji kesabaran dan mental orang-orang di sekitar.

Tentu aku tidak bangga dengan itu,

Oleh karena itu, di usiaku yang 25 tahun ini aku mau ngebagiin tips ketika PMS agar wanita bak malaikat seperti kita tidak berubah menjadi alligator annihilator handal tersebut.

Yang pertama, aku menyibukkan diri dengan aktivitas. Lebih sibuk daripada ketika hari-hari selain PMS. Aku menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti olahraga pilates dan Zumba. I feel so happy after Zumba! Aku juga menambah waktu berjalan kaki diluar dengan alas an mau beli makan atau ke tempat fitness.

Olahraga yang lain juga bisa ya, yang namanya olahraga itu bener-bener ningkatin mood banget lhoooo! Sekadar jalan kaki pun hati lebih tenang daripada diem di kamar seharian.

Yang kedua, minta maaf. Kalau keceplosan marah-marah jangan lupa minta maaf.  Mengakui kesalahan dan kelemahan adalah hal yang jujur dan lebih baik daripada marah terus-terusan. Kalau kita marah-marah orang lain pasti tersinggung oleh karena itu kita harus mau menjelaskan alasan kita marah-marah dengan jujur dan tetap berusaha menghargai perasaan orang lain. Insya allah orang-orang disekitar kita pengertian. Lagian sebulan sekali doang kok saltynya hehe.

Yang ketiga, menulis. Aku menulis jurnal harian sebetulnya tiap hari sih. Tapi aku ngerasa pas PMS, nulis jurnal itu mampu bikin pikiran aku kalem lagi. Jadi, daripada pikirannya kemana-mana inget yang pait-pait mending dialihkan ke menulis atau aktivitas kreatif lainnya.

Intinya kalau PMS aku berusaha jauh-jauh dari gabut deh hehehe.

 

 

Kamis, 12 Mei 2022

Cara Menilai Orang Lain Ala Marcus Aurelius


Di sore yang syahdu dengan sepoi angin dan hati yang sedang healing di Starbucks Kuncit ini aku akan membahas tentang cara menilai orang lain. Tentu kita perlu kecakapan dalam menilai orang lain agar bisa menyaring mana yang perlu dipertahankan dalam kehidupan dan mana yang harus ditinggalkan. Bayangkan seberapa toxicnya hidup kita kalau tidak mampu menyaring orang. Pacar yang hanya menginginkan good sex, kerabat yang hanya menginginkan kecipratan uang, teman yang membully, bos yang sewenang-wenang dan mengeksploitasi. Psikiater mahal kak :’)

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam menilai orang lain adalah menghindari penilaian dari kecongkakan. Jangan menilai orang lain berdasarkan keuntungan-keuntungan pribadi semata. Hilangkanlah kesombongan. Sebab, sombong akan membawa kita pada penilaian-penilaian yang keliru terhadap orang lain. Kesombongan mengarahkan kita pada penilaian yang berdasarkan pada keuntungan-keuntungan pribadi saja. Bila orang yang sedang dalam penilaian tersebut tidak cukup memuaskan bagi kita maka akan muncul kecenderungan berbagai drama, seperti penghindaran, kemarahan, kebencian, dan sikap selalu merasa mejadi korban. Bila kita sombong, bisa jadi kita lah yang toxic. Jadi buang jauh-jauh kesombongan yah dan kita harus mengaktifkan sifat-sifat keilahian dalam diri seperti keadilan, kebaikan, pengendalian diri, dan rasionalitas atau nalar.

Hal yang kedua adalah mengikuti suara hati. Dalam upaya mendengarkan suara hati, kita harus menghormati suara hati kita sendiri. Bagaimana caranya? Menghormati suara hati dapat dilakukan dengan menceraikan suara hati dari tiga hal ini: 1. Hawa nafsu, 2. Hal-hal yang remeh, 3. Rasa ketidakpuasan. Dalam menilai orang lain, kita perlu mendengarkan suara hati yang murni. Yang terlepas dari ketiga hal tersebut. Misalnya, kamu memiliki kekasih namun kamu merasa tidak betah dengannya. Periksalah alasan tidak betah tersebut berdasarkan suara hati yang murni. Apakah kamu tidak betah karena kondisi finansialnya sedang terpuruk? (keinginan memiliki harta yang banyak biasanya didorong oleh hawa nafsu) Apa kamu tidak betah dengannya karena ia beberapa kali mengatakan hal yang menyinggung hati? (tidak baik menyakiti hati orang lain, namun hal ini bisa diselesaikan dengan komunikasi langsung pada pasangan, perlakukanlah pasanganmu sebagai makhluk sosial yang rasional, bukan cenayang. Sebab, seringkali permasalahan mulut adalah kesalahan yang tidak disengaja) Apakah kamu tidak betah karena performa dan staminanya kurang? (Hal ini biasanya didorong rasa ketidakpuasan, solusinya kepuasan seksual bisa didapatkan dari berbagai cara). Setelah kita menghilangkan kecongkakan dalam diri dan memiliki suara hati yang murni maka kita bisa menimbang hubungan dengan orang lain dengan nalar dan keadilan yang akurat. Dengan cara ini, dalam menilai orang lain kita akan bisa melihat fakta dengan lebih jelas dan adil.  

Setiap orang mengalami kondisi atau situasi yang berbeda-beda, dalam menilai orang lain, ikutilah suara hatimu yang murni agar hidup lebih tenang dan sehat. Dan jangan pernah bersikap sombong dan hidup dari memanfaatkan orang lain, sebaliknya, jadilah orang yang selalu berpegang pada nalar dan tata kesopanan, bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri, dan mengasihi sesama. 

Senin, 09 Mei 2022

4 Alasan Nabsaurus Untuk Childfree

 Selamat sore!



Langsung aja lah, 

(1) Saya tidak memiliki tujuan apapun dalam memiliki anak. Keluarga saya sudah memiliki keturunan, pun dari keluarga lelaki saya. Kedua keluarga kami sudah sama-sama memiliki keturunan, jadi tidak ada alasan yang kuat bagi saya untuk memiliki anak. Saya berkomitmen dalam hidup untuk mengerjakan hal-hal yang bertujuan dan meninggalkan hal-hal yang tidak memiliki tujuan. Dengan begitu, dalam masa hidup manusia yang singkat ini saya tidak terbebankan dengan hal-hal yang tidak perlu. 

(2) Pada masa lalu, orang-orang berlomba-lomba untuk memiliki anak dengan tujuan membantu pekerjaan keluarga seperti bersawah, berkebun, atau berburu. Kini? Tanah semakin sempit, sumber daya banyak tercemar (seperti air bersih, udara, dan tanah akibat pengeksploitasian sumber daya alam yang berlebihan demi PROFIT). Meskipun kita perlu berprasangka baik terhadap alam, namun prasangka ini tidak dapat dijadikan alasan yang kuat dalam memiliki anak. 

(3) Banyak orang mengatakan bahwa anak-anak adalah investasi yang berharga terutama ketika orang tuanya sudah meninggal. Anak-anak yang shalih akan terus mendoakan orang tuanya. Namun dalam hidup, saya bertanggung jawab penuh atas kehidupan saya baik di dunia maupun di akhirat. Saya tidak perlu merepotkan anak-anak demi kebaikan kehidupan saya baik di dunia maupun akhirat. 

(4) Banyak anak banyak tanggungan. Anak-anak adalah makhluk unik yang tidak berdaya. Oleh karena itu, ketika kita memilikinya, maka sudah wajib hukumnya untuk merawat dan memberikan anak tersebut hal-hal yang terbaik dari orang tuanya. Saya merasa tidak sanggup dan tidak mau repot dengan hal-hal tersebut, saya lebih suka me time, jalan-jalan, dan shopping barang-barang lucu. ;) Kalau dari keluarga pasangan belum memiliki keturunan, mungkin saya bisa mengerahkan semua yang terbaik dari diri saya untuk memiliki anak, tetapi, kembali pada poin pertama, kedua keluarga kami sudah memiliki keturunan ;) 

Rabu, 06 Oktober 2021

Catatan Latour Part 1 Bab 2 Sec Source Uncertainty "Action is Overtaken"

 

Kalau sebelumnya kita udah bahas mengenai formasi group sebagai sumber uncertainty yang pertama. Selanjutnya kita akan bahas tentang sumber uncertainty yang kedua, yaitu action is overtaken. Di chapter sebelumnya kita belajar menapaki jejak jejak koneksi sosial dengan alur yang tidak bisa diprediksi yang ditinggalkan oleh kontroversi-kontroversi mengenai pembentukan group atau kelompok.

            Dalam permasalahan ini kita akan membahas tentang sifat heterogen dalam komposisi ikatan sosial.

            Hal yang perlu kita tahu mengenai tindakan adalah bahwa tindakan itu sebetulnya seringkali dilakukan tanpa kesadaran dan kontrol penuh: Tindakan harus kita lihat sebagai rangkaian simpul dari agencies. Contoh, kamu merasa terasing dari keluarga karena Cuma kamu yang belajar di universitas dan mendapatkan privilege untuk memahami banyak teori ilmu sedangkan keluargamu tidak, kamu merasa keluargamu kok a bit dumb ya. Keterasingan kamu ini harus dipertanyakan kan, kok bisa terasing dari keluarga sendir? Lantas kamu tanya pada diri kamu sendiri agency apa yang telah mengubah suaramu, etikamu, sehingga wajahmu sedemikian berbeda dengan keluargamu?

Contoh lain, dalam acara sekolah, kenapa para orang tua terlihat sama? busana yang sama, perhiasan yang sama, mengartikulasikan kata-kata juga sama, dan ambisi untuk anak-anaknya juga sama. Apa yang membuat mereka melakukan hal yang sama di waktu yang sama? (Cari kesamaan diantara orang-orang yang menginginkan sekolah tatap muka)

            Action is overtaken! Action is other taken! Dilakukan oleh orang lain lalu dilakukan bersama massa. Secara misterius dibawa dan didistribusikan kepada orang lain. We are not alone int the world.

            Dalam act ini, ANT ini menunjukkan bahwa diantara premis dan konsekuensi ada gap yang besar. Perlu diingat bahwa apa yang membuat kita bertindak tidak dibuat oleh hal sosial, tindakan itu diasosiasikan bersama dalam cara yang baru/berbeda.

 

 

AKTOR DIBUAT BERTINDAK OLEH MANY OTHERS

            Dalam menggunakan kata aktor, tidak pasti aktor itu siapa dan tindakan apa yang dilakukannya. Ketika bertindak, aktor tidak pernah sendiri, ada aktor lainnya. Tindakan itu dipinjam, didistribusikan, disugestikan, dipengaruhi, didominasi, disangkal, dan diterjemahkan.

            Kita harus tahu bahwa ada “kekuatan sosial” yang membuat aktor bertindak tanpa sadar. Oleh karena itu kita perlu mencatat semua ketidaktentuan, keraguan, dislokasi, dan puzzle sebagai pondasi. Jejak menjadi sangat luas dan kita akan selalu kekurangan informasi yang sempurna dari kontroversi2 tersebut. Controversies about agencies harus dicatat secara full, tidak peduli seberapa sulitnya asal jangan sampai dalam penelitian ini kita melakukan simplifikasi ya.

 

PERTANYAAN DALAM METAFISIK PRAKTIS

            Pertanyaannya adalah bagaimana menggali dunia metafisik aktor? Dengan mencatat bagaimana aktor mendefinisikan dunia ini. Aktor juga memiliki filosofi.

            Bila agencies itu tidak terbatas, kita bisa membatasinya dengan mengurutkan kontroversinya terlebih dahulu. Sama juga mengenai group.

 

MEMETAKAN KONTROVERSI2 DALAM AGENSI2

            Untuk mengetahui apa dan siapa yang telah membuat kita bertindak, kita bisa mendefinisikan ciri-ciri yang selalu muncul: agencies.

            Kalau kita mengatakan agencies, maka harus ada tindakan yang nyata, yang hadir dari agency tersebut. Salah satu contohnya speech, tapi biasanya lebih dari speech.

            Agency di satu sisi, di sisi lain ada figurasi. Isi, berupa ciri-ciri, yang memberi bentuk pada agency. (Bisa jadi, sosial media adalah agency, karena memengaruhi orang, lalu figurasinya seperti apa?). Agency juga bisa individual, cari abstraksi figurasinya). Tindakan bisa sama tapi figurasinya berbeda-beda. (contohnya komunis dengan islam, tindakannya sama tapi figurasinya berbeda). Mengetahui agencies dan figurasi ini merupakan jalan keluar dari first uncertainty tadi, tentang group formation.

            Aktor juga terlibat dalam mengkritisi agencies lainnya yang diduga palsu, kuno, absurd, irasional, artifisial atau ilusif. Disini kita bisa mengenai metafisik empiris dari groups.

            Aktor juga bisa memberikan teori merkea dan menjelaskan bagaimana dampak dari agencies dapat terbawa.

 

BAGAIMANA CARA MEMBUAT SESEORANG MELAKUKAN SESUATU

            Dalam ANT, tindakan aktor tidak bisa direduksi menjadi sebab akibat. ANT prefer menggambarkan sebuah dunia yang tercipta dari rangkaian mediators dimana tiap titiknya fully act. Gantikan kata ‘penyebab’ menjadi rangkaian tindakan. (network).

Dalam bab ini, perlu digarisbawahi, kita harus tauuuuuu agencies mana yang paling present? Dan figurasi apa yang terdapat didalamnya? Kita membicarakan tentang rangkaian mediators ya. Bukan sebab akibat.

Catatan Latour RTS ANT ini Part 1 bagian 1 (introduction dan first uncertainty, group formation)

 

Soo sleepy. Everytime when I must do my final thesis. Fatigue came in, distracted my brain.

Hari ini mau bikin catatan dari bukunya Bruno Latour ya. Sebelumnya itu kita (me, myself, and I) bahas tentang resuming the work of ANT. Berangkat dari sebuah permasalahan yang sangat fundamental mengenai definisi sosial, lalu Latour memberikan sugesti bagi kita untuk menggunakan kata kolektif, asosiasi, assemblages, jaringan.

            Setelah introduksi itu, aku lanjut baca ke bagian 1 (How to deploy controversies about the social world). Bagian 1 dari buku ini terdiri dari beberapa bab ya gaiss.

1.      Introduction: Learning to Feed Off Controversies

Feed off controversies. Di bagian ini poinnya adalah bahwa yang sosial itu terdiri dari kontroversi2. Selalu ada pertentangan2. Kehadirannya merupakan sebuah paradoks. Tidak terlihat tapi nyata dirasakan, biasa-biasa aja tapi mengejutkan, masyarakat itu terlihat solid tapi selalu bertransformasi dan lábil.

Kehendak manusia tidak terlepas dari pengaruh agencies. (Harus cari tau agenciesnya apa aja, sebelum itu deskripsiin actnya dulu).

Di bagian 1 ini, penulis bakal membahas tipe-tipe kontroversi:

1.      The nature of groups (berkaitan dengan identitas aktor2nya)

2.      The nature of action (berkaitan dengan tindakan yang kadang saling bertubrukan dan disorientasi)

3.      The nature of objects (berkaitan dengan tipe agencies yang berpartisipasi dalam interaksi terbuka lebar)

4.      The nature of facts (hubungan antara sains dengan masyarakat)

5.      Tipe studi dibawah sosial science tidak pernah pasti yang mana yang lebih empiris.

Untuk dapat mendeskripsikan sebuah tatanan sosial, ANT menganjurkan untuk mengikuti kontroversi2 aktornya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti harus menapaki jejak keterhubungan antara kontroversi2 yang ada.

 

FIRST SOURCE OF UNCERTAINTY: NO GROUP, ONLY GROUP FORMATION

            Ketidaktentuan yang pertama adalah kelompok sosial. Yaa disini kita bahas tentang hakikat dari kelompok sosial menurut teori ANT. Dalam teori ANT, kelompok sosial itu merupakan sebuah entitas yang berada dalam proses dari ketidaktentuan, fragile, kontroversial, dan ikatan-ikatan yang terus bergerak pindah. Kita pun termasuk dalam kelompok sosial yang terdiri dari berbagai intervensi2 yang memungkinkan adanya perdebatan relevansi atau kemasuk akalan kelompok satu dengan kelompok lainnya. Perdebatan itu, gagasan bahwa satu kelompok merasa lebih relevand aripada yang lainnya, dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial (privilege), dan juga media massa (common).

            Oleh karena itu dalam mencari karakteristik kelompok sosial, kita perlu mengikuti si aktor, menjejaki aktifitasnya yang berhubungan dengan membentuk maupun membongkar kelompok sosial.

            Keharusan kita bukan untuk stabilisasi. Kita dimulai dari memilih mana karakteristik kelompok yang bertahan.

            Dalam bahasa, kita sebaiknya menggunakan bahasa asli dari penuturan aktornya. Tidak perlu diubah kedalam konsep sosial. Pakai konsep aktornya saja.

DAFTAR JEJAK TERTINGGAL DARI PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

            Dengan menggunakan teori ANT, kita perlu terbiasa dengan berubah pindah kerangka referensi, gak bisa berteori semana-mena kelompok masyarakat terdiri dari (x). Pembentukan kelompok sosial meninggalkan jejak justru pada saat keaktifannya. Kelompok sosial tidak mute ya. Aktif. Maka selalu berubah-ubah. Dengan begitu, memberikan kita data-data yang hidup dan lebih menarik. Solusinya dalam mencari jejak tersebut adalah dengan mengurutkan elemen-elemen yang selalu hadir atau terlihat dalam kontroversi yang terjadi dalam kelompok sosial. Beberapa items akan selalu hadir, liat yang mencolok itu. groups are made to talk: peta kan anti groupnya: beberapa sumber baru diambil untuk membuat batasan kelompoknya lebih kentara.

            Pertama, untuk menggambarkan kelompok, tidak peduli apakah baru atau refreshed, kita harus dapat berbicara kepada orang yang dapat berbicara mengenai eksistensi kelompoknya. Kita membutuhkan seseorang yang dapat mendefinisikan siapa dirinya, bagaimana seharusnya mereka bertindak, dan apa yang sudah dilakukannya. Justifying the group existence. Kelompok bukanlah entitas yang diam. Merupakan produk sementara dari hingar binger yang dibuat oleh suara-suara kontradiktif. Tidak ada gembala kambing kalau tidak ada penggembalanya. Dan sertifikasi vaksinnya, subsidi kerjanya etc. Ada group makers, group talkers, dan group holders.

            Yang kedua, kalau ada kelompok pasti ada anti kelompoknya. Group and anti group. Jadi setiap kita mendefinisikan satu group, group lain juga set up as well. Kalau kita mempelajari group, sudah pasti kita akan menggali tentang apa yang membuat group itu eksis, bertahan, runtuh, atau hilang. Setiap aktor berada dalam posisi yang sama dalam pembentukan sebuah kelompok. (akan lebih lanjut dibahas nanti).

NO WORK, NO GROUP

            Kelompok adalah sebuah entitas yang secara konstan selalu berada dalam proses pembentukan. Atau kembali dibentukkan. Dan selama kreasi tersebut terdapat banyak jejak data yang dapat digunakan. Kelompok sosial memiliki definisi yang sifatanya performative. Jadi bukan objek ya. Dalam ANT, kalau proses pembuatan dan pembuatan ulang berhenti maka tidak ada yang namanya groups. Bagi sosiolog asosiatif, peraturan utamanya adalah performance. Kalaupun kita ingin melihat stabilitas, soliditas, komitmen, kesetiaan, ikatan, dan ketahanan maka kita harus menggali mesinnya, alat-alatnya, instrumen2nya, dan segala material yang memungkinkan keterikatan itu dapat terjadi. Our school views stability as exactly what has to be explained by appealing to costly and demanding means. Pembentukan kelompok pasti bersyarat pada upaya untuk menjaga kelompok tersebut (misal, penyebaran misinformasi, misnformasi ini juga perlu diketahui elemen2nya sehingga masyarakat kenapa ada yang percaya).

            Dalam ANT, yang sosial maupun masyarakat tidak eksis in the first place, kita butuh menapaki jejak dari segala perubahan yang detail atau subtle untuk dapat mengetahui keterhubungan yang non-sosial. (OOO jadi gitu, awalnya non-sosial, lalu saling keterhubungan dan membentuk kelompok yang senantiasa berada dalam proses).

            Dalam ANT, kita harus benar-benar mengikuti aktornya dan jangan menggantikan konsep apapun yang datang dari aktornya. Occasional spark itu generated dari pergeseran kecil dari bentuk yang sebelumnya atau yang berbeda.

 

MEDIATORS VS INTERMEDIARIES

            Ada perbedaan antara ostensive (menonjol) dengan performatif. Ostensive berarti objeknya selalu ada tidak peduli indexnya apa. Kalau performatif, objeknya akan hilang kalau sudah tidak ada performanya lagi. Ada perbedaan antara intermediaries dengan mediators. Kalau intermediaries itu menyampaikan pemaknaan tanpa adanya transformasi apapun. Jadi ibaratnya seperti sebuah kotak hitam yang terdiri dari beberapa material tapi disebutnya Cuma satu aja, kotak hitam tok. Nah, kalau mediators sebaliknya, tidak bisa dilihat hanya sebagai satu hal. Input tidak mendefinisikan output. Kalau mendeskripsikan mediators harus spesifik ya. Mediators itu mentransformasikan, menerjemahkan, memutarbalikkan, dan memodifikasikan makna atau elemen yang akan disampaikan. Tidak peduli seberapa sederhana mediators terlihat, hal ini pasti kompleks, mengarahkan kita kepada beberapa jalan yang memodifikasi semua kontradiksi. Mediator situ ibaratnya seperti komputer. Contoh pusingnya seperti percakapan sehari-hari. Perbedaan antara sosiolog sosial dengan sosiolog asosiasi terdapat pada perbedaan pemahaman mengenai kedua hal ini, antara intermediaries dengan mediators. Jadi dalam ANT tidak ada sebab akibat ya. (a bit difficult ya). Terdapat endless mediators. (then, how to make batasan?)

            Nah, di bagian ini Latour, menyarankan pembaca untuk mulai membuat peta tentang kontradiksi-kontradiksi dalam kelompok sosial yang secara konstan dibangkitkan, dihapuskan, didistribusikan, dan direalokasikan. Social aggregates, mungkin juga tidak terbuat dari ikatan manusia.