Di sore yang syahdu dengan sepoi angin dan hati yang sedang healing di Starbucks Kuncit ini aku akan membahas tentang cara menilai orang lain. Tentu kita perlu kecakapan dalam menilai orang lain agar bisa menyaring mana yang perlu dipertahankan dalam kehidupan dan mana yang harus ditinggalkan. Bayangkan seberapa toxicnya hidup kita kalau tidak mampu menyaring orang. Pacar yang hanya menginginkan good sex, kerabat yang hanya menginginkan kecipratan uang, teman yang membully, bos yang sewenang-wenang dan mengeksploitasi. Psikiater mahal kak :’)
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam menilai
orang lain adalah menghindari penilaian dari kecongkakan. Jangan menilai orang
lain berdasarkan keuntungan-keuntungan pribadi semata. Hilangkanlah
kesombongan. Sebab, sombong akan membawa kita pada penilaian-penilaian yang
keliru terhadap orang lain. Kesombongan mengarahkan kita pada penilaian yang
berdasarkan pada keuntungan-keuntungan pribadi saja. Bila orang yang sedang dalam
penilaian tersebut tidak cukup memuaskan bagi kita maka akan muncul kecenderungan berbagai
drama, seperti penghindaran, kemarahan, kebencian, dan sikap selalu merasa
mejadi korban. Bila kita sombong, bisa jadi kita lah yang toxic. Jadi buang
jauh-jauh kesombongan yah dan kita harus mengaktifkan sifat-sifat keilahian
dalam diri seperti keadilan, kebaikan, pengendalian diri, dan rasionalitas atau
nalar.
Hal yang kedua adalah mengikuti suara hati. Dalam upaya mendengarkan suara hati, kita harus menghormati suara hati kita sendiri. Bagaimana caranya? Menghormati suara hati dapat dilakukan dengan menceraikan suara hati dari tiga hal ini: 1. Hawa nafsu, 2. Hal-hal yang remeh, 3. Rasa ketidakpuasan. Dalam menilai orang lain, kita perlu mendengarkan suara hati yang murni. Yang terlepas dari ketiga hal tersebut. Misalnya, kamu memiliki kekasih namun kamu merasa tidak betah dengannya. Periksalah alasan tidak betah tersebut berdasarkan suara hati yang murni. Apakah kamu tidak betah karena kondisi finansialnya sedang terpuruk? (keinginan memiliki harta yang banyak biasanya didorong oleh hawa nafsu) Apa kamu tidak betah dengannya karena ia beberapa kali mengatakan hal yang menyinggung hati? (tidak baik menyakiti hati orang lain, namun hal ini bisa diselesaikan dengan komunikasi langsung pada pasangan, perlakukanlah pasanganmu sebagai makhluk sosial yang rasional, bukan cenayang. Sebab, seringkali permasalahan mulut adalah kesalahan yang tidak disengaja) Apakah kamu tidak betah karena performa dan staminanya kurang? (Hal ini biasanya didorong rasa ketidakpuasan, solusinya kepuasan seksual bisa didapatkan dari berbagai cara). Setelah kita menghilangkan kecongkakan dalam diri dan memiliki suara hati yang murni maka kita bisa menimbang hubungan dengan orang lain dengan nalar dan keadilan yang akurat. Dengan cara ini, dalam menilai orang lain kita akan bisa melihat fakta dengan lebih jelas dan adil.
Setiap orang mengalami kondisi atau situasi yang
berbeda-beda, dalam menilai orang lain, ikutilah suara hatimu yang murni agar
hidup lebih tenang dan sehat. Dan jangan pernah bersikap sombong dan hidup dari
memanfaatkan orang lain, sebaliknya, jadilah orang yang selalu berpegang pada
nalar dan tata kesopanan, bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri, dan
mengasihi sesama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar