Selamat sore!
Langsung aja lah,
(1) Saya tidak memiliki tujuan apapun dalam memiliki anak. Keluarga saya sudah memiliki keturunan, pun dari keluarga lelaki saya. Kedua keluarga kami sudah sama-sama memiliki keturunan, jadi tidak ada alasan yang kuat bagi saya untuk memiliki anak. Saya berkomitmen dalam hidup untuk mengerjakan hal-hal yang bertujuan dan meninggalkan hal-hal yang tidak memiliki tujuan. Dengan begitu, dalam masa hidup manusia yang singkat ini saya tidak terbebankan dengan hal-hal yang tidak perlu.
(2) Pada masa lalu, orang-orang berlomba-lomba untuk memiliki anak dengan tujuan membantu pekerjaan keluarga seperti bersawah, berkebun, atau berburu. Kini? Tanah semakin sempit, sumber daya banyak tercemar (seperti air bersih, udara, dan tanah akibat pengeksploitasian sumber daya alam yang berlebihan demi PROFIT). Meskipun kita perlu berprasangka baik terhadap alam, namun prasangka ini tidak dapat dijadikan alasan yang kuat dalam memiliki anak.
(3) Banyak orang mengatakan bahwa anak-anak adalah investasi yang berharga terutama ketika orang tuanya sudah meninggal. Anak-anak yang shalih akan terus mendoakan orang tuanya. Namun dalam hidup, saya bertanggung jawab penuh atas kehidupan saya baik di dunia maupun di akhirat. Saya tidak perlu merepotkan anak-anak demi kebaikan kehidupan saya baik di dunia maupun akhirat.
(4) Banyak anak banyak tanggungan. Anak-anak adalah makhluk unik yang tidak berdaya. Oleh karena itu, ketika kita memilikinya, maka sudah wajib hukumnya untuk merawat dan memberikan anak tersebut hal-hal yang terbaik dari orang tuanya. Saya merasa tidak sanggup dan tidak mau repot dengan hal-hal tersebut, saya lebih suka me time, jalan-jalan, dan shopping barang-barang lucu. ;) Kalau dari keluarga pasangan belum memiliki keturunan, mungkin saya bisa mengerahkan semua yang terbaik dari diri saya untuk memiliki anak, tetapi, kembali pada poin pertama, kedua keluarga kami sudah memiliki keturunan ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar