Kalau sebelumnya kita udah bahas mengenai
formasi group sebagai sumber uncertainty yang pertama. Selanjutnya kita akan
bahas tentang sumber uncertainty yang kedua, yaitu action is overtaken. Di chapter
sebelumnya kita belajar menapaki jejak jejak koneksi sosial dengan alur yang tidak
bisa diprediksi yang ditinggalkan oleh kontroversi-kontroversi mengenai
pembentukan group atau kelompok.
Dalam
permasalahan ini kita akan membahas tentang sifat heterogen dalam komposisi
ikatan sosial.
Hal
yang perlu kita tahu mengenai tindakan adalah bahwa tindakan itu sebetulnya
seringkali dilakukan tanpa kesadaran dan kontrol penuh: Tindakan harus kita
lihat sebagai rangkaian simpul dari agencies. Contoh, kamu merasa terasing dari
keluarga karena Cuma kamu yang belajar di universitas dan mendapatkan privilege
untuk memahami banyak teori ilmu sedangkan keluargamu tidak, kamu merasa
keluargamu kok a bit dumb ya. Keterasingan kamu ini harus
dipertanyakan kan, kok bisa terasing dari keluarga sendir? Lantas kamu tanya
pada diri kamu sendiri agency apa yang telah mengubah suaramu, etikamu, sehingga
wajahmu sedemikian berbeda dengan keluargamu?
Contoh
lain, dalam acara sekolah, kenapa para orang tua terlihat sama? busana yang
sama, perhiasan yang sama, mengartikulasikan kata-kata juga sama, dan ambisi
untuk anak-anaknya juga sama. Apa yang membuat mereka melakukan hal yang sama di waktu yang
sama? (Cari kesamaan diantara orang-orang yang menginginkan sekolah tatap muka)
Action
is overtaken! Action is other taken! Dilakukan oleh orang lain lalu dilakukan
bersama massa. Secara misterius dibawa dan didistribusikan kepada orang lain.
We are not alone int the world.
Dalam act
ini, ANT ini menunjukkan bahwa diantara premis dan konsekuensi ada gap yang
besar. Perlu diingat bahwa apa yang membuat kita bertindak tidak dibuat oleh
hal sosial, tindakan itu diasosiasikan bersama dalam cara yang baru/berbeda.
AKTOR DIBUAT BERTINDAK OLEH MANY OTHERS
Dalam
menggunakan kata aktor, tidak pasti aktor itu siapa dan tindakan apa yang dilakukannya.
Ketika bertindak, aktor tidak pernah sendiri, ada aktor lainnya. Tindakan
itu dipinjam, didistribusikan, disugestikan, dipengaruhi, didominasi,
disangkal, dan diterjemahkan.
Kita harus tahu bahwa ada “kekuatan
sosial” yang membuat aktor bertindak tanpa sadar. Oleh karena itu kita perlu
mencatat semua ketidaktentuan, keraguan, dislokasi, dan puzzle sebagai pondasi.
Jejak menjadi sangat luas dan kita akan selalu kekurangan informasi yang
sempurna dari kontroversi2 tersebut. Controversies about agencies harus dicatat
secara full, tidak peduli seberapa sulitnya asal jangan sampai dalam penelitian
ini kita melakukan simplifikasi ya.
PERTANYAAN DALAM
METAFISIK PRAKTIS
Pertanyaannya adalah bagaimana
menggali dunia metafisik aktor? Dengan mencatat bagaimana aktor mendefinisikan dunia
ini. Aktor juga memiliki filosofi.
Bila agencies itu tidak terbatas,
kita bisa membatasinya dengan mengurutkan kontroversinya terlebih dahulu. Sama juga
mengenai group.
MEMETAKAN
KONTROVERSI2 DALAM AGENSI2
Untuk mengetahui apa dan siapa yang
telah membuat kita bertindak, kita bisa mendefinisikan ciri-ciri yang selalu muncul:
agencies.
Kalau kita mengatakan agencies, maka harus ada tindakan yang
nyata, yang hadir dari agency tersebut. Salah satu contohnya speech, tapi
biasanya lebih dari speech.
Agency
di satu sisi, di sisi lain ada figurasi. Isi, berupa ciri-ciri, yang memberi bentuk pada agency. (Bisa
jadi, sosial media adalah agency, karena memengaruhi orang, lalu figurasinya
seperti apa?). Agency juga bisa individual, cari abstraksi figurasinya). Tindakan
bisa sama tapi figurasinya berbeda-beda. (contohnya komunis dengan islam,
tindakannya sama tapi figurasinya berbeda). Mengetahui agencies dan figurasi ini merupakan jalan keluar
dari first uncertainty tadi, tentang group formation.
Aktor
juga terlibat dalam mengkritisi agencies lainnya yang diduga palsu, kuno,
absurd, irasional, artifisial atau ilusif. Disini kita bisa mengenai metafisik empiris
dari groups.
Aktor
juga bisa memberikan teori merkea dan menjelaskan bagaimana dampak dari agencies
dapat terbawa.
BAGAIMANA CARA MEMBUAT SESEORANG
MELAKUKAN SESUATU
Dalam
ANT, tindakan aktor tidak bisa direduksi menjadi sebab akibat. ANT prefer
menggambarkan sebuah dunia yang tercipta dari rangkaian mediators dimana tiap
titiknya fully act. Gantikan kata ‘penyebab’ menjadi rangkaian tindakan.
(network).
Dalam bab ini,
perlu digarisbawahi, kita harus tauuuuuu agencies mana yang paling present? Dan
figurasi apa yang terdapat didalamnya? Kita membicarakan tentang rangkaian mediators
ya. Bukan sebab akibat.