Rabu, 06 Oktober 2021

Catatan Latour Part 1 Bab 2 Sec Source Uncertainty "Action is Overtaken"

 

Kalau sebelumnya kita udah bahas mengenai formasi group sebagai sumber uncertainty yang pertama. Selanjutnya kita akan bahas tentang sumber uncertainty yang kedua, yaitu action is overtaken. Di chapter sebelumnya kita belajar menapaki jejak jejak koneksi sosial dengan alur yang tidak bisa diprediksi yang ditinggalkan oleh kontroversi-kontroversi mengenai pembentukan group atau kelompok.

            Dalam permasalahan ini kita akan membahas tentang sifat heterogen dalam komposisi ikatan sosial.

            Hal yang perlu kita tahu mengenai tindakan adalah bahwa tindakan itu sebetulnya seringkali dilakukan tanpa kesadaran dan kontrol penuh: Tindakan harus kita lihat sebagai rangkaian simpul dari agencies. Contoh, kamu merasa terasing dari keluarga karena Cuma kamu yang belajar di universitas dan mendapatkan privilege untuk memahami banyak teori ilmu sedangkan keluargamu tidak, kamu merasa keluargamu kok a bit dumb ya. Keterasingan kamu ini harus dipertanyakan kan, kok bisa terasing dari keluarga sendir? Lantas kamu tanya pada diri kamu sendiri agency apa yang telah mengubah suaramu, etikamu, sehingga wajahmu sedemikian berbeda dengan keluargamu?

Contoh lain, dalam acara sekolah, kenapa para orang tua terlihat sama? busana yang sama, perhiasan yang sama, mengartikulasikan kata-kata juga sama, dan ambisi untuk anak-anaknya juga sama. Apa yang membuat mereka melakukan hal yang sama di waktu yang sama? (Cari kesamaan diantara orang-orang yang menginginkan sekolah tatap muka)

            Action is overtaken! Action is other taken! Dilakukan oleh orang lain lalu dilakukan bersama massa. Secara misterius dibawa dan didistribusikan kepada orang lain. We are not alone int the world.

            Dalam act ini, ANT ini menunjukkan bahwa diantara premis dan konsekuensi ada gap yang besar. Perlu diingat bahwa apa yang membuat kita bertindak tidak dibuat oleh hal sosial, tindakan itu diasosiasikan bersama dalam cara yang baru/berbeda.

 

 

AKTOR DIBUAT BERTINDAK OLEH MANY OTHERS

            Dalam menggunakan kata aktor, tidak pasti aktor itu siapa dan tindakan apa yang dilakukannya. Ketika bertindak, aktor tidak pernah sendiri, ada aktor lainnya. Tindakan itu dipinjam, didistribusikan, disugestikan, dipengaruhi, didominasi, disangkal, dan diterjemahkan.

            Kita harus tahu bahwa ada “kekuatan sosial” yang membuat aktor bertindak tanpa sadar. Oleh karena itu kita perlu mencatat semua ketidaktentuan, keraguan, dislokasi, dan puzzle sebagai pondasi. Jejak menjadi sangat luas dan kita akan selalu kekurangan informasi yang sempurna dari kontroversi2 tersebut. Controversies about agencies harus dicatat secara full, tidak peduli seberapa sulitnya asal jangan sampai dalam penelitian ini kita melakukan simplifikasi ya.

 

PERTANYAAN DALAM METAFISIK PRAKTIS

            Pertanyaannya adalah bagaimana menggali dunia metafisik aktor? Dengan mencatat bagaimana aktor mendefinisikan dunia ini. Aktor juga memiliki filosofi.

            Bila agencies itu tidak terbatas, kita bisa membatasinya dengan mengurutkan kontroversinya terlebih dahulu. Sama juga mengenai group.

 

MEMETAKAN KONTROVERSI2 DALAM AGENSI2

            Untuk mengetahui apa dan siapa yang telah membuat kita bertindak, kita bisa mendefinisikan ciri-ciri yang selalu muncul: agencies.

            Kalau kita mengatakan agencies, maka harus ada tindakan yang nyata, yang hadir dari agency tersebut. Salah satu contohnya speech, tapi biasanya lebih dari speech.

            Agency di satu sisi, di sisi lain ada figurasi. Isi, berupa ciri-ciri, yang memberi bentuk pada agency. (Bisa jadi, sosial media adalah agency, karena memengaruhi orang, lalu figurasinya seperti apa?). Agency juga bisa individual, cari abstraksi figurasinya). Tindakan bisa sama tapi figurasinya berbeda-beda. (contohnya komunis dengan islam, tindakannya sama tapi figurasinya berbeda). Mengetahui agencies dan figurasi ini merupakan jalan keluar dari first uncertainty tadi, tentang group formation.

            Aktor juga terlibat dalam mengkritisi agencies lainnya yang diduga palsu, kuno, absurd, irasional, artifisial atau ilusif. Disini kita bisa mengenai metafisik empiris dari groups.

            Aktor juga bisa memberikan teori merkea dan menjelaskan bagaimana dampak dari agencies dapat terbawa.

 

BAGAIMANA CARA MEMBUAT SESEORANG MELAKUKAN SESUATU

            Dalam ANT, tindakan aktor tidak bisa direduksi menjadi sebab akibat. ANT prefer menggambarkan sebuah dunia yang tercipta dari rangkaian mediators dimana tiap titiknya fully act. Gantikan kata ‘penyebab’ menjadi rangkaian tindakan. (network).

Dalam bab ini, perlu digarisbawahi, kita harus tauuuuuu agencies mana yang paling present? Dan figurasi apa yang terdapat didalamnya? Kita membicarakan tentang rangkaian mediators ya. Bukan sebab akibat.

Catatan Latour RTS ANT ini Part 1 bagian 1 (introduction dan first uncertainty, group formation)

 

Soo sleepy. Everytime when I must do my final thesis. Fatigue came in, distracted my brain.

Hari ini mau bikin catatan dari bukunya Bruno Latour ya. Sebelumnya itu kita (me, myself, and I) bahas tentang resuming the work of ANT. Berangkat dari sebuah permasalahan yang sangat fundamental mengenai definisi sosial, lalu Latour memberikan sugesti bagi kita untuk menggunakan kata kolektif, asosiasi, assemblages, jaringan.

            Setelah introduksi itu, aku lanjut baca ke bagian 1 (How to deploy controversies about the social world). Bagian 1 dari buku ini terdiri dari beberapa bab ya gaiss.

1.      Introduction: Learning to Feed Off Controversies

Feed off controversies. Di bagian ini poinnya adalah bahwa yang sosial itu terdiri dari kontroversi2. Selalu ada pertentangan2. Kehadirannya merupakan sebuah paradoks. Tidak terlihat tapi nyata dirasakan, biasa-biasa aja tapi mengejutkan, masyarakat itu terlihat solid tapi selalu bertransformasi dan lábil.

Kehendak manusia tidak terlepas dari pengaruh agencies. (Harus cari tau agenciesnya apa aja, sebelum itu deskripsiin actnya dulu).

Di bagian 1 ini, penulis bakal membahas tipe-tipe kontroversi:

1.      The nature of groups (berkaitan dengan identitas aktor2nya)

2.      The nature of action (berkaitan dengan tindakan yang kadang saling bertubrukan dan disorientasi)

3.      The nature of objects (berkaitan dengan tipe agencies yang berpartisipasi dalam interaksi terbuka lebar)

4.      The nature of facts (hubungan antara sains dengan masyarakat)

5.      Tipe studi dibawah sosial science tidak pernah pasti yang mana yang lebih empiris.

Untuk dapat mendeskripsikan sebuah tatanan sosial, ANT menganjurkan untuk mengikuti kontroversi2 aktornya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti harus menapaki jejak keterhubungan antara kontroversi2 yang ada.

 

FIRST SOURCE OF UNCERTAINTY: NO GROUP, ONLY GROUP FORMATION

            Ketidaktentuan yang pertama adalah kelompok sosial. Yaa disini kita bahas tentang hakikat dari kelompok sosial menurut teori ANT. Dalam teori ANT, kelompok sosial itu merupakan sebuah entitas yang berada dalam proses dari ketidaktentuan, fragile, kontroversial, dan ikatan-ikatan yang terus bergerak pindah. Kita pun termasuk dalam kelompok sosial yang terdiri dari berbagai intervensi2 yang memungkinkan adanya perdebatan relevansi atau kemasuk akalan kelompok satu dengan kelompok lainnya. Perdebatan itu, gagasan bahwa satu kelompok merasa lebih relevand aripada yang lainnya, dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial (privilege), dan juga media massa (common).

            Oleh karena itu dalam mencari karakteristik kelompok sosial, kita perlu mengikuti si aktor, menjejaki aktifitasnya yang berhubungan dengan membentuk maupun membongkar kelompok sosial.

            Keharusan kita bukan untuk stabilisasi. Kita dimulai dari memilih mana karakteristik kelompok yang bertahan.

            Dalam bahasa, kita sebaiknya menggunakan bahasa asli dari penuturan aktornya. Tidak perlu diubah kedalam konsep sosial. Pakai konsep aktornya saja.

DAFTAR JEJAK TERTINGGAL DARI PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

            Dengan menggunakan teori ANT, kita perlu terbiasa dengan berubah pindah kerangka referensi, gak bisa berteori semana-mena kelompok masyarakat terdiri dari (x). Pembentukan kelompok sosial meninggalkan jejak justru pada saat keaktifannya. Kelompok sosial tidak mute ya. Aktif. Maka selalu berubah-ubah. Dengan begitu, memberikan kita data-data yang hidup dan lebih menarik. Solusinya dalam mencari jejak tersebut adalah dengan mengurutkan elemen-elemen yang selalu hadir atau terlihat dalam kontroversi yang terjadi dalam kelompok sosial. Beberapa items akan selalu hadir, liat yang mencolok itu. groups are made to talk: peta kan anti groupnya: beberapa sumber baru diambil untuk membuat batasan kelompoknya lebih kentara.

            Pertama, untuk menggambarkan kelompok, tidak peduli apakah baru atau refreshed, kita harus dapat berbicara kepada orang yang dapat berbicara mengenai eksistensi kelompoknya. Kita membutuhkan seseorang yang dapat mendefinisikan siapa dirinya, bagaimana seharusnya mereka bertindak, dan apa yang sudah dilakukannya. Justifying the group existence. Kelompok bukanlah entitas yang diam. Merupakan produk sementara dari hingar binger yang dibuat oleh suara-suara kontradiktif. Tidak ada gembala kambing kalau tidak ada penggembalanya. Dan sertifikasi vaksinnya, subsidi kerjanya etc. Ada group makers, group talkers, dan group holders.

            Yang kedua, kalau ada kelompok pasti ada anti kelompoknya. Group and anti group. Jadi setiap kita mendefinisikan satu group, group lain juga set up as well. Kalau kita mempelajari group, sudah pasti kita akan menggali tentang apa yang membuat group itu eksis, bertahan, runtuh, atau hilang. Setiap aktor berada dalam posisi yang sama dalam pembentukan sebuah kelompok. (akan lebih lanjut dibahas nanti).

NO WORK, NO GROUP

            Kelompok adalah sebuah entitas yang secara konstan selalu berada dalam proses pembentukan. Atau kembali dibentukkan. Dan selama kreasi tersebut terdapat banyak jejak data yang dapat digunakan. Kelompok sosial memiliki definisi yang sifatanya performative. Jadi bukan objek ya. Dalam ANT, kalau proses pembuatan dan pembuatan ulang berhenti maka tidak ada yang namanya groups. Bagi sosiolog asosiatif, peraturan utamanya adalah performance. Kalaupun kita ingin melihat stabilitas, soliditas, komitmen, kesetiaan, ikatan, dan ketahanan maka kita harus menggali mesinnya, alat-alatnya, instrumen2nya, dan segala material yang memungkinkan keterikatan itu dapat terjadi. Our school views stability as exactly what has to be explained by appealing to costly and demanding means. Pembentukan kelompok pasti bersyarat pada upaya untuk menjaga kelompok tersebut (misal, penyebaran misinformasi, misnformasi ini juga perlu diketahui elemen2nya sehingga masyarakat kenapa ada yang percaya).

            Dalam ANT, yang sosial maupun masyarakat tidak eksis in the first place, kita butuh menapaki jejak dari segala perubahan yang detail atau subtle untuk dapat mengetahui keterhubungan yang non-sosial. (OOO jadi gitu, awalnya non-sosial, lalu saling keterhubungan dan membentuk kelompok yang senantiasa berada dalam proses).

            Dalam ANT, kita harus benar-benar mengikuti aktornya dan jangan menggantikan konsep apapun yang datang dari aktornya. Occasional spark itu generated dari pergeseran kecil dari bentuk yang sebelumnya atau yang berbeda.

 

MEDIATORS VS INTERMEDIARIES

            Ada perbedaan antara ostensive (menonjol) dengan performatif. Ostensive berarti objeknya selalu ada tidak peduli indexnya apa. Kalau performatif, objeknya akan hilang kalau sudah tidak ada performanya lagi. Ada perbedaan antara intermediaries dengan mediators. Kalau intermediaries itu menyampaikan pemaknaan tanpa adanya transformasi apapun. Jadi ibaratnya seperti sebuah kotak hitam yang terdiri dari beberapa material tapi disebutnya Cuma satu aja, kotak hitam tok. Nah, kalau mediators sebaliknya, tidak bisa dilihat hanya sebagai satu hal. Input tidak mendefinisikan output. Kalau mendeskripsikan mediators harus spesifik ya. Mediators itu mentransformasikan, menerjemahkan, memutarbalikkan, dan memodifikasikan makna atau elemen yang akan disampaikan. Tidak peduli seberapa sederhana mediators terlihat, hal ini pasti kompleks, mengarahkan kita kepada beberapa jalan yang memodifikasi semua kontradiksi. Mediator situ ibaratnya seperti komputer. Contoh pusingnya seperti percakapan sehari-hari. Perbedaan antara sosiolog sosial dengan sosiolog asosiasi terdapat pada perbedaan pemahaman mengenai kedua hal ini, antara intermediaries dengan mediators. Jadi dalam ANT tidak ada sebab akibat ya. (a bit difficult ya). Terdapat endless mediators. (then, how to make batasan?)

            Nah, di bagian ini Latour, menyarankan pembaca untuk mulai membuat peta tentang kontradiksi-kontradiksi dalam kelompok sosial yang secara konstan dibangkitkan, dihapuskan, didistribusikan, dan direalokasikan. Social aggregates, mungkin juga tidak terbuat dari ikatan manusia.