Minggu, 26 September 2021

Catatan 1 Bruno Latour “Introduction: How to resume the task of tracing association.”

Ola, sesuai plan aku bahwa postingan kali ini adalah catatan pemahamanku dari bukunya Bruno Latour ya. Nah kalau diliat dari judulnya kita paham ya, bahwa Latour ini mau melanjutkan work daripada ilmuwan sosial yang beraliran tracing association.

            Apa sih tracing association itu? artinya adalah menapaki kembali benang-benang yang membentuk asosiasi.

 

Permasalahan yang dibawa oleh Latour berawal dari ilmu sosial yang cenderung diartikan sebagai sesuatu yang solid, yang equal dengan material seperti kayu, biologis, ekonomi, mental, organisasi, dan linguistik. Nah, Latour ini ingin menunjukkan bahwa yang sosial tidak bisa diperlakukan seperti itu dan sebuah “penjelasan sosial” dalam situasi sosial adalah sesuatu hal yang problematis.

Dalam buku ini, hal yang ingin dicapai oleh Latour adalah mendefinisikan ulang makna dari “sosial” dengan kembali pada arti dari makna istilah aslinya dan menunjukkan koneksi yang bisa diurut benang kusutnya.

Kalau dianalogikan. Sosial itu seperti payung ya dan dibawah payung itu ada komposisi yang saling terkoneksi.

Menurut Bruno, masyarakat adalah aktor yang aktif dan tidak bisa dijelaskan dalam satu frame atau konteks yang mengikat. Sebagai aktor-aktor yang aktif, society terdiri dari banyak element yang bersirkulasi didalam saluran yang kecil.

Bear in mind: Eksistensi dari hubungan sosial yang spesifik menunjukkan keberadaan kekuatan sosial yang tersembunyi. Jadi, “sosial” itu bukan seperti lem yang bisa merekatkan atau membetulkan apapun, justru yang “sosial” itu direkatkan oleh banyak konektor yang lain.

Jadi yang dibahas Latour ini bukan kayak orang kebanyakan, misal, hukum x karena masyarakatnya y. NOPE. Menurut Latour itu baru seperti awalannya. Didalam x dan y itu ada apa? Ada koneksi seperti apa? Kita mesti mengurai benang kusut itu untuk mengetahui ada kekuatan sosial apa yang tersembunyi. Karena, ada banyak aktor yang terlibat. Dengan begitu sosiologi itu bukan ilmu yang menjelaskan keadaan sosial. Sosiologi adalah ilmu yang menjejaki benang kusut asosiasi. “Tracing of associations.” Kata kuncinya adalah sosial itu bukan bersifat materi. Sosial adalah tipe koneksi dari hal-hal yang bahkan tidak bersifat sosial. Elemen-elemen yang heterogen ini dapat berubah susunan ketika menghadapi situasi yang berbeda.

 

Latin, socius, berarti companion, an associate.

“Peculiar movements of re-association and reassembling.” Definisi sosial itu kurang lebih adalah sebuah pergerakan yang tidak biasa dari aktor-aktor human dan non human yang bergerak ke arah reasosiasi dan reassembling.

--- dang dang dang, berarti aku harus tau yang reasosiasi dan reassembling dari aktor2 dalam penelitian aku---  Tapi aku harus tau dulu  nih dari Latour model reasosiasi dan reassemblingnya kek mana wak.

 

To be social, kata Latour… sekarang ini bukanlah hal yang nyaman dan tanpa problema. Sosial adalah Gerakan yang mungkin saja mengalami kegagalan dalam membentuk susunan yang well-formed.

Kata kunci lagi ya. Inget ni, aktor human dan non human itu aktif ya. Bukan sebagai suatu hal yang semena-mena diproyeksikan secara simbolis. Non human even aktif ya. Kita liat aja sekarang virus corona. Non human and active dalam situasi sosial. Kata kunci lagi. Sosial itu bukan sesuatu yang stabil. Tidak ada kekuatan sosial tersembunyi yang dapat menjelaskan suatu fenomena sosial. Dalam ANT, justru kebalikannya. Kita menjejaki benang kusut lalu terlihat kekuatan sosial tersembunyinya apa.

 

Catat: halaman 10-11 ada beberapa rekomendasi buku yang berkaitan. Kalau-kalau kurang materi bisa dicek disini. Terus lagi kata Latour adalah penting untuk memeriksa institusi baru apa, prosedur apa, dan konsep2 apa yang bisa bergabung lalu reconnect the social.

 

Kenapa aku pake teori ini? karena di situasi dimana inovasi bertebaran, batasan kelompok masyarakat buram, dan range dari sebuah entitas sangat fluktuatif tidak bisa menjelaskan masyarakat sebagai sutau hal yang stabil dan fix. Things accelerate, innovations proliferate, and entities are multiplied.

Dalam ANT, kita mengikuti aktornya, ikutin wild innovasinya untuk dapat belajar bagaimana sebuah entitas kolektif berada di tangannya, metode apa yang mereka kembangkan supaya dapat fit bersama-sama, which accounts could best define the new associations that they have been forced to establish.

 

Ohiya, terus Latour mengutip pendapat dari Tarde. Menurut Tarde, the social itu bukanlah domain dari realitas yang spesial. Tidak bisa dimessed up dengan sebab akibat. Sosial adalah prinsip daripada keterhubungan. Tidak ada alasan untuk melepaskan sosial dari organisme biologis maupun atom, filsafat, metafisik.

Entitas yang dimaksud Tarde bukanlah manusia, tetapi inovasi, quanta of change yang memiliki kehidupannya sendiri.

Society=special domain.

Collective= Fluctuative connections.

Latour dalam buku ini prefer menggantikan kata sosial dengan kolektif.

Okaiii. Jadi kalau pake Teori ANT yang ditawarkan oleh Latour ini aku gabisa melakukan penjelasan sosial dengan rumus sebab akibat like ada x karena y. Jadi aku bakal mengurai benang kusut, mencari aktor2 yang saling terhubung, dan hati-hati dalam mencari hidden social forcenya setelah benang kusut itu terurai.


Selesai,

Lanjut ke introduksi part 1: Learning to feed off controversies.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar