Sebelum
kalian nonton series yang merupakan karya oleh para kreator dan produser dari
American Horror Story ini, aku cuma mau memperingatkan. Kalau-kalau nanti kalian akan jatuh cinta dengan seorang troublemaker
seperti Edmund Tolleson yang diperankan oleh Finn Wittrock.
Eh tapi jujur deh. Sebelum kita bahas
seriesnya, kalian perempuan pernah gak sih jatuh cinta dengan seorang laki-laki
yang kehidupannya tidak terkontrol? Laki-laki yang
tingkahnya berbeda dari manusia kebanyakan. Frankly, I did…
“…He is a dangerous man and my feminine side love it, because I feel
needed badly”. Signora Nabsaurus.
But I quit, that kinda guy only last for short time my ladiesss… hahaha Of course I have designed my future and my priorities.
Okkk back to the
series… Ratched! Series ini berkisah tentang dua orang kakak beradik (bukan
biologis) yatim piatu dimana masa kecil kedua kakak beradik ini begitu kelam dan menyiksa batin serta fisik mereka. Kakaknya bernama Mildred Ratched, perempuan
yang berprofesi sebagai perawat. Ia adalah perawat pemberani sekaligus lemah
karena kerap membunuh pasiennya demi menghentikan keputusasaan dan derita yang
dialami oleh sang pasien. (Uwhooowwww)
Sejak kecil Ratched adalah seorang yatim piatu
yang berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya, hingga ia bertemu dengan anak
laki-laki yang kelak menjadi adiknya yaitu Edmund Tolleson. Naasnya, keluarga
angkat mereka mengadopsi anak dengan motif mendapatkan tunjangan dari
pemerintah semata. Praktik kekerasan yang dilakukan oleh keluarga angkat
tersebut menciptakan pribadi Ratched dan Edmund yang berbeda dari orang
kebanyakan. Ratched tumbuh menjadi seorang wanita yang sering berbohong demi
mendapatkan apa yang diinginkannya termasuk pekerjaannya sebagai perawat dan
Edmund menjadi sosok sane sekaligus insane. Ia tidak gila tetapi
ia sanggup melakukan hal yang gila. Untuk detailnya silahkan ditonton ya gais.
Seperti Midsommar hehe. Cerita Ratched dan Edmund ini menunjukkan bahwa lingkungan
dan pola asuh sangat mempengaruhi masa depan seorang anak. Tentunya, kedua kakak beradik ini mengalami trauma yang membentuk kepribadian dan kepedihan yang terus dibawa seumur hidupnya. Hiks...
Pada suatu hari di sekitar tahun 1947, Edmund Tolleson melakukan
hal yang membuat masyarakat Katolik sangat geram dan menginginkan Edmund supaya
dihukum mati gais. Nahhhhh di season pertama ini Mildred Ratched bertekad untuk
menyelamatkan adiknya, satu-satunya keluarga yang ia miliki dengan bekerja di
sebuah rumah sakit jiwa sebagai perawat di tempat Edmund akan diperiksa
kejiwaannya. Ratched menyusun rencana dan dengan kepintaran verbalnya ia
mendapatkan pekerjaan itu (padahal tidak ada posisi yang dibutuhkan lho gaisss).
Buat lo yang lagi cari kerja (gue juga sieehh
wkwk) boleh banget nih meniru Ratched. She is clever and confident!
Namun rencana yang dibuat oleh Ratched tidak semulus yang diharapkan.
Dan yang membuat rencana itu berantakan adalah Edmund sendiri. Nah lhoooo kok bisa
sihh?!! Penasaran khannnn kok bisa orang yang mau diselamatkan dari hukuman
mati malah merusak rencana itu?! Gak habis thinking khan, abis baca sinopsis ini
boleh lah kelen nonton. Seru gaiss!
Selain itu, film ini juga buat aku visually pleasing ya kecuali
untuk adegan pembunuhannya wkwk. Tapi gak serem-serem amat kok gais. Aku suka
setting waktu yang mengajak kita kembali ke tahun 1940-an dan lokasinya di
sebuah rumah sakit jiwa. Tidak seperti rumah sakit yang lain, tempat ini bagus dan
mewah. Ditambah dengan
pakaian ala ala gaun, rambut, dan topi yang cantik sekale. Colorful. Tapi tetep serem gais. Boleh diinget ini tahun 1940-an, dimana IPTEK
belum berkembang seperti sekarang. Lesbian masih dianggap gangguan jiwa dan rumah
sakit itu mencoba untuk menyembuhkan lesbian. How? Tentu, dengan
praktik penyembuhan yang agak sadis dan tidak masuk akal.
Awalnya nonton series ini aku kira semuanya
gila gais, bukan cuma pasiennya, termasuk dokternya juga. Lulz. Ratched pun awalnya keliatan gila, perwakilan pemerintah yang
gila voting juga kayanya psikopat karena sanggup melakukan hal-hal sadis demi
mendapatkan dukungan masyarakat, serta perawat yang iya iya aja disuruh melakukan
treatment gila oleh dokter. Gua bingung kok gila semua. Apa jangan-jangan ini series kebalik gais. Yg waras
jadi pasien dan yang gila malah jadi otoritas wkwk. Ngeri bgt woii… Tapi untungnya series Ratched tidak sejauh itu. Meskipun semua orang di dunia ini memiliki
gangguan mental dengan spektrum yang berbeda-beda, series ini menyajikannya
dengan cukup masuk akal dan dapat dimengerti.
Selain kelebihannya dalam menyajikan visual
yang menarik dengan alur yang greget, series ini mendapatkan kritik yang
lumayan keras dari segi penggambaran tokoh seorang Ratched. Disebutkan bahwa
series Ratched yang diadaptasi Netflix ini tidak sesuai dengan karakter Ratched
yang sesungguhnya. Perlu kita ketahui bahwa series ini diadaptasi dari sebuah
novel karangan Ken Kesey yang berjudul “One Flew Over the Cuckoo’s Nest”. Novel
tersebut menceritakan sebuah kesuraman hidup pada masanya dimana banyak manusia
yang tersiksa karena peraturan dan ketertiban birokrasi. Nah, temen-temen, aku
pun belum baca novelnya tapi nanti pasti akan ku baca ya. Aku dapat dari sumber
internet bahwa suster Ratched yang digambarkan dalam novel adalah orang biasa. Manusia normal yang menjadi bagian dari birokrasi. Ia dinilai
cukup pedih, justru karena kenormalannya itu. Nah, sungguh berbeda dengan
adaptasi Netflix yang menggambarkan suster Ratched sebagai sosok anomali karena
sejak kecil hidup dalam kemiskinan dan kekerasan.
Aku jadi penasaran nih, mau baca novelnya dan
juga filmnya yang rilis pada tahun 1963 dengan judul yang sama.
“One Flew Over the Cuckoo’s Nest.”
Sembari menunggu season keduaaa~ See you~

Mau nonton aaaa
BalasHapusterimakasihhh sudah mampir di blogkuuuu... <3 <3
Hapus