Kamis, 28 Februari 2019

Anorexia

Guten abend!

Apakah ada teman-teman disini yang sering merasa bersalah kalo abis makan banyak?
Atau ngerasa buruuuk bgt pas tau berat badannya naik?
Atau gak PD dan gak puas dengan bentuk tubuh sendiri?

Biasanya ketakutan dengan berat badan yang naik itu disebabkan oleh anggapan-anggapan bahwa gemuk itu jelek, tidak menarik secara seksual, ataupun gak PD karena sering dibilang gemuk oleh temen sendiri.

Sebetulnya menjadi gemuk itu bukan masalah. Bahkan di beberapa masyarakat, salah satunya orang Arab di Israel menganggap bahwa gemuk itu simbol fertilitas (kesuburan) dan simbol kewanitaan. Bahkan pada kelompok masyarakat di Mauritania, wanita gemuk adalah wanita cantik dan simbol dari kemakmuran.

Kecantikan KUTILANG (Kurus Tinggi dan Langsing) yang menganggap bahwa cantik itu harus kurus semampai biasanya terjadi pada masyarakat industri, lewat media nilai-nilai tersebut terinternalisasi. Seringkali kita lihat di media terutama televisi menampilkan wanita kurus sebagai wanita yang cantik dan bahkan sering jadi rebutan laki-laki, sedangkan perempuan gemuk identik sekali dengan perempuan tua dan perempuan kelas bawah ataupun di TV biasanya hanya jadi bahan olok-olokan dan bully.
Body Image seperti di standarkan oleh media.

Kenapa?

Satu hal yang saya tahu, ada kepentingan untuk menjual ketakutan dan mimpi. Lewat media, dibentuk lah standar bahwa perempuan yang cantik dan jadi rebutan lelaki kaya adalah perempuan yang kurus dan kalau di Indonesia sering bgt ditambah dengan ciri kulit putih. Menjadi perempuan yang kurus dan putih menjadi mimpi hampir dari setiap perempuan. Lalu media juga menjual ketakutan. Ketakutan perempuan terhadap penuaan misalnya, identik dengan tubuh yang kendur dan gemuk. Sehingga ada anggapan bahwa perempuan yang gemuk itu kayak emak-emak.

Mimpi dan ketakutan menjadi komoditas yang sangat laku. Oleh karena itu kedua hal ini sangat sukses mendorong orang untuk menjadi konsumtif. Seperti make-up, obat pelangsing, susu pelangsing, obat pemutih dsb.

Apa yang terjadi pada dunia industri tersebut membawa dampak pada masyarakat dengan nilai yang berbeda. Pada kasus masyarakat tradisional Arab di Israel misalnya, nilai-nilai masyarakatnya berkontestasi dengan nilai-nilai baru dari peradaban industri. Akhirnya ada sebagian perempuan yang mengalami eating disorder atau gangguan makan.

Gangguan makan ini adalah gejala dari anorexia dimana orang yang mengalaminya mencoba untuk sesedikit mungkin untuk makan. Terkadang si penderita menetapkan aturan-aturan tertentu dalam makan, misal hanya sekali dalam sehari itu pun dengan porsi yang sangat sedikit.
Ketika mereka berhasil menuruti aturan-aturan yang menyiksa tersebut, mereka akan merasa heroik, bangga, karena telah berhasil menahan godaan makan. Hal ini biasanya berlangsung dalam waktu yang lama. Ciri utama dari penderita anorexia adalah mempertahankan berat badan dibawah normal.

Anorexia can be seen as an extreme development of the capacity for self-denial and repression of desire (Bordo)


Tentunya hal tersebut tidak baik untuk kesehatan, karena tubuh kita memiliki minimum kalori yang harus dipenuhi setiap harinya. Bahkan, ada kasus-kasus dimana penderita anorexia ini berakhir dengan kematian.

Tetapi apakah penyebab dari anorexia ini semata-mata karena konsumerisme patriarkis yang terinternalisasi lewat media?
Dan dengan begitu hanya ada di masyarakat era industri?

Penyebab dari anorexia tidak hanya semata-mata disebabkan oleh konsumerisme patriarkis karena well kita semua menonton iklan, film, dan telenovela yang sama, tetapi kan tidak semua dari kita terkena anorexia.

Pada dasarnya anorexia adalah gangguan jiwa, dan karakteristik dari gangguan jiwa adalah kecemasan yang berpola, atau kecemasan yang berlangsung dalam waktu yang lama.
Ada banyak hal yang bisa membuat orang cemas, hal ini bisa ditelusuri dengan bertanya langsung secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan life history si penderita dan memerhatikan konteks lingkungan sosialnya.

Menurut saya setiap gangguan jiwa bisa dikatakan idiom of distress, yaitu sebuah cara seseorang dalam mengekspresikan pengalamannya yang menderita. Bisa jadi seseorang menderita karena dibilang gendut atau gemukan oleh teman-temannya dan dalam waktu yang lama perkataan-perkataan tersebut membuat kecemasan dan penderitaan yang sangat berarti. Hal ini diperparah dengan konteks hidup masyarakat industri yang terus-terusan mempertontonkan wanita cantik dan yang disukai adalah yang kurus.

Bisa jadi anorexia sudah ada di era pra industri, meski begitu, anorexia lazimnya terjadi di masyarakat pasca revolusi industri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar