Senin, 25 Februari 2019

Pentingnya Cita-Cita Bersama dalam Upaya Memerangi Hoax


Ketika anda tinggal di sebuah rumah yang penuh dengan kecoak lantas hal pertama yang ada dalam pikiran anda pasti mencoba untuk membasmi kecoak-kecoak tersebut menggunakan “obat-obatan” yang sering anda lihat di iklan, baik itu berupa spray pembasmi kecoak maupun dengan pewangi ruangan atau berbagai kamper yang bisa anda dapatkan di warung dan minimarket. Namun, ketika anda telah gunakan alat pembasmi tersebut nyatanya kecoak tidak juga mati. Mungkin hanya pingsan atau bisa jadi hanya pura-pura mati. Ternyata, kecoak-kecoak tersebut telah mengalami koevolusi sehingga tubuhnya menjadi resisten.
Ilustrasi kecoak diatas adalah gambaran dari masifnya hoax yang ada di Indonesia. Negri yang indah ini telah banyak dikotori oleh produsen hoax yang semakin konsisten dan terstruktur terutama sejak pilpres 2014. Indonesia yang merupakan rumah bagi kurang lebih 260 juta jiwa menjadi rumah yang kotor akibat kelimpahan hoax. Sebagian dari kita pun berpikir, bagaimana caranya membersihkan rumah yang besar ini dari kotoran-kotoran hoax?
            Ketika kita ingin membasmi hoax, maka kita harus mengidentifikasi dulu para produsen hoax dari tujuannya, bukan siapanya. Di tahun-tahun politik seperti ini, jelas para produsennya memiliki motif untuk merebut suara rakyat lewat pembodohan dan ujaran-ujaran kebencian terhadap lawan politiknya dengan narasi hoax. Ada dua perkara besar yang lahir dari hoax yaitu konflik dan perpecahan bangsa serta penghilangan fokus pada permasalahan-permasalahan yang sesungguhnya ada di Indonesia.
            Sebagai anak muda, sudah tentu kita harus optimis terhadap segala permasalahan yang ada di Indonesia demi masa depan bangsa kita yang lebih baik. Ingatkah kalian bahwa bangsa kita pernah menang melawan penjajah dan juga menumbangkan rezim otoriter yang telah berkuasa selama 32 tahun di tanah air ini? Semua itu bisa dicapai karena bangsa kita memiliki cita-cita yang sama. Cita-cita untuk merdeka dan cita-cita untuk memperbaiki negri ini dari kekuasaan otoriter yang mencekal orang dalam berekspresi dan berpendapat.
            Begitu juga dalam melawan hoax, biang keladi yang membuat bangsa kita sering berdebat kusir dan hal-hal yang sama sekali tidak ada manfaatnya untuk kemajuan negri. Untuk masalah ini, kuncinya adalah cita-cita bersama. Kita selalu bisa karena kita mempunyai cita-cita yang sama. Menurut saya, pemerintah bersama para intelektual perlu untuk merumuskan invented tradition yang dapat membuat bangsa kita kembali bersatu. Bukan perkara mudah memang, tetapi bisa dipikirkan dan diusahakan. Jangan sampai pemerintah dan para intelektual justru ikut tenggelam dalam polarisasi ekstrem akibat hoax dan perang kepentingan.
            Menurut saya, menuju Indonesia emas 2045 perlu digaungkan oleh pemerintah serta pendapat-pendapat dari para ahli mengenai prediksi ataupun antisipasi untuk masa mendatang. Revolusi industri 4.0 pun perlu banyak disosialisasikan kepada masyarakat. Indonesia emas 2045 dan industri 4.0 perlu banyak untuk dikenalkan kepada masyarakat agar mereka mengetahui posisinya sekarang dan tantangan-tantangan apa saja yang bakal mereka hadapi di masa mendatang. Hal tersebut sangat penting mengingat bonus demografi yang akan Indonesia dapatkan di tahun 2020-2045, bila bonus demografi ini lewat dengan ketidaksiapan maka jelas akan terjadi bencana dimana jumlah usia tidak produktif setelah masa emas 2045 berjumlah lebih besar daripada usia produktif.
            Melawan hoax dengan memenjarakan para produsennya jelas bukan solusi yang tepat bagi bangsa kita, karena seperti ilustrasi diatas, para produsen hoax sudah resisten. Tidak mempan dengan laporan ke polisi. Ada beberapa hambatan, seperti prosedur yang berbelit-belit, pencucian tangan, minta maaf dan klarifikasi, serta sulitnya melacak pelaku hoax. Bisa juga dikatakan, pembuat hoax baru dilapor tetapi hoaxnya sudah tersebar kemana-mana dan masyarakat sudah terlanjur mempercayainya.
            Kesimpulan saya, cara yang efektif dalam melawan hoax adalah dengan kerjasama antara pemerintah dengan para intelektual untuk merumuskan invented tradition, upaya untuk menciptakan cita-cita bersama. Hal ini kebetulan sejalan dengan Indonesia emas 2045 dan industri 4.0. Kedua momen tersebut dapat digunakan oleh pemerintah dalam menyatukan bangsa Indonesia yang sekarang banyak terjadi konflik atas polarisasi ekstrem dari hoax politik belakang ini. Kedua momen tersebut harus disosialisasikan dengan gencar agar masyarakat dapat bersatu bersama-sama membangun Indonesia dan dengan begitu, berita-berita hoax tidak akan laku dengan sendirinya. Masyarakat perlu disibukkan untuk mencintai negaranya, dengan pengetahuan-pengetahuan yang membangun.

1 komentar:

  1. Amat relevan apalagi lagi anget-angetnya nih isu, belum basi
    Opini yang membangun dan kenyataan yang digambarkan fair enough!

    BalasHapus