Hola! Semangat woya gini semuanyaaa
Hari ini aku mau nulis tentang isu penculikan anak dimana organnya
akan dipreteli lalu dijual.
Ngeri banget gak
sih?
Waktu pertama kali aku denger rumor ini, aku cuma bisa diem, no comment. Di satu sisi ngeri tapi disisi lain belum percaya aja karena blm liat sendiri. Lalu
seminggu yang lalu ku cari lah tuh berita tentang isu organ stealing ini
dan ternyata sudah dibuktikan bahwa gambar-gambar yang beredar lewat medsos itu
hoax oleh pihak kepolisian. Jadi, gambar-gambar yang katanya itu adalah korban organ stealing, ternyata gambar orang lain dengan kasus yang berbeda.
Tapi gak cukup cuma sampe disitu aja, kalian juga pasti bertanya-tanya “ngapain sih spreading isu yang ngga ngga, manfaatnya apa gitu lo?”
Kalo dari pihak
kepolisian sih stop sampai bukti itu palsu.
Yak! Berhenti, pake titik gak pake koma. Aku cantik mirip Obama. Ikan hiu
makan tomat.
Pfftt…
Lantas, The
Great Nabsaurus aka me yang kool ini pun menemukan sebuah jurnal yang
ngejelasin tentang rumor pencurian organ anak-anak yang ditulis oleh Nancy Scheper-Hughes pada tahun 1996 yang berjudul "Theft of Life: The Globalization of Organ Stealing Rumour." Penelitiannya di shantytowns Brazil ya guiz...
Aku certain ya,
Awalnya rumor ini muncul di negara-negara di Amerika Selatan, kek
Brazil, Argentina, Guatemala dkk…
Hampir mirip dengan orang Indonesia, sebagian orang Brazil ada yang
menganggap serius rumor ini dan sebagian lagi berpendapat bahwa “ah ini mah
rumor di kalangan orang yang gak berpendidikan aja kali. Stupid aja kalo sampe
percaya, distribusi organ tuh diawasi oleh otoritas, pembedahannya pun gak bisa sembarangan, alat-alatnya juga harus memenuhi standar kualitas la.”
Allright! Dengan segala argumen orang-orang pinter dan temuan polisi yang
haqiqi kenapa isu ini bisa tetap spreading dan bahkan menyebarrr lhooo ke
seluruh belahan bumi lainnn. Termasuk Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia
sehingga bisa disebut sebagai hysteria massa global?
Nah, satu benang merah yang bisa dilihat adalah, rata-rata orang yang takut dengan rumor ini sebagian besar rakyat miskin. Perlu digarisbawahi. Membayangkan rakyat miskin jangan dengan imaji bahwa mereka bodoh. Tapi. Bayangin bahwa mereka adalah manusia-manusia yang setiap hari harus menghadapi berbagai macam threats, kekerasan, serangan, pencurian, terror, akibat dari kehidupan yang begitu kejam karena kesenjangan yang begitu kentara antara mereka yang tinggal di ghetto dengan mereka yang tinggal di pusat kota. Bertahannya rumor pencurian organ ini karena orang-orang miskin tersebut mengalami “malaise of modernity” yaitu perasaan yang tidak enak terhadap modernitas.
Kenapa bisa mereka tidak nyaman dengan modernitas? Pada masyarakat di negara maju, biasanya perkembangan teknologi modern diberikan secara merata, tapi di negara-negara berkembang dengan demokrasi yang tidak stabil perkembangan teknologi modern seringkali hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Dalam konteks perkembangan teknologi medis modern bahkan masyarakat miskin justru sering menjadi korban dari agresif sekaligus ignorant-nya State.
Lewat
penelitiannya yang thick description, Scheper-Hughes menggunakan metode observasi
lapangan dimana ia hidup bersama subjek penelitiannya, and follow the bodies.
Dari penelitiannya itu ia menemukan berbagai kasus kejam yang dialami oleh orang-orang miskin dalam hal pelayanan kesehatan:
1 1. Ada seorang pasien laki-laki di RS
meninggal karena air tercampur dengan feses sehingga mesin dialisis terkontaminasi dan menyebabkan hepatitis yang cukup fatal. Tentu pihak keluarga sangat kecewa karena fasilitas RS publik yang sangat tidak memadai dan pemerintah pun ngga
ada minta maaf ke rakyatnya.
2. Seorang perempuan mengalami sakit namun ketika ia pergi ke dokter malah menjadi korban
malpraktik dokter dimana ia kehilangan semua gigi-giginya. Selain kehilangan giginya ia juga ditinggalkan oleh suaminya karena menjadi terlihat sangat tua. Dokter tersebut bahkan terkenal dengan kekejamannya dimana orang yang datang ke tempatnya sudah pasti lukanya semakin parah. State dimana? Tidak peduli! Lalu kenapa ada saja orang yang masih datang ke tempatnya? Orang miskin tidak memiliki banyak pilihan!
3. Seorang perempuan mencari-cari jasad
pacarnya di RS dan menemukan bahwa jasad itu sudah jadi bahan
praktik mahasiswa kedokteran.
4. Seorang anak meninggal lalu dikubur
tapi beberapa waktu berikut jasadnya diganti dengan orang anak lain, hal ini
memicu kesedihan karena keluarga tidak bisa ziarah dan melakukan penghormatan sesuai agamanya lagi. Lantas kemana tubuh
itu?
5. RS publik sering melakukan operasi
yang tidak diperlukan guna mencari tau organ apa yang masih bagus dan bisa diambil
untuk mengganti biaya berobat.
Dan
masih banyak contoh-contoh lainnya. Praktik-praktik yang salah dan fasilitas
yang tidak berkualitas di RS publik membuat orang-orang enggan serta takut untuk datang ke rumah sakit. Takut bahwa tubuh mereka nantinya akan diklaim oleh State.
Oke, kalo gitu, apakah semua RS pada masa itu memiliki
pelayanan yang sangat jelek dan ignorant? Apa semua dokter itu jahat?
Ya tentunya enggak dong. Kita harus tau bahwa ada yang
namanya unequal exchange dalam dunia Kesehatan.
Unequal exchange dalam konteks ini adalah ketimpangan pelayanan medis antara orang kaya dengan orang miskin. Orang kaya bisa dengan mudahnya memanjakan diri dengan fasilitas rumah sakit yang memadai, bisa oplas, bisa ganti organ, bisa suntik putih, suntik awet muda dengan dokter yang sangat kompeten. Sedangkan orang miskin, seperti yang sudah disebutkan tadi, sering menjadi bahan malpraktik sehingga memiliki tubuh yang cacat, mayatnya seenaknya dicampur dengan potongan mayat lain, bisa digunakan untuk bahan eksperimen mahasiswa, mati karena fasilitas yang kacau dsb. Unequal Exchange bisa juga dilihat ketika ada dua orang yang membutuhkan mata, maka sudah tentu orang kaya lah yang pasti mendapatkannya.
Oh ya, FYI, perkembangan ilmu ginekologi yaitu cabang ilmu mengenai reproduksi wanita dulu dikembangkan dengan berbagai eksperimen yang menggunakan tubuh budak wanita, dilakukan tanpa anestesi, hhhh bayangin rasa sakitnya.
Dari penelitiannya mengenai pencurian organ anak-anak di Brazil pada tahun 1980-an ini, Sherper-Hughes mengatakan bahwa rumor ini bisa bertahan dan spreading karena berada pada tataran antara fakta dan metafor. Pada tataran tertentu bisa jadi fakta karena banyak kasus-kasus yang telah terbukti bahwa organ dan tubuh manusia bisa diklaim dan dimanipulasi oleh State atau RS.
Pada tataran lain, bisa dikatakan metafora, yaitu tanda oleh masyarakat
miskin bahwa tubuh, hidup, dan anak-anak mereka rentan terhadap bahaya.
Kesimpulannya,
munculnya rumor pencurian organ anak-anak jauh lebih kompleks dari sekadar fakta atau hoax. Hal ini menyangkut kesenjangan antara orang kaya dengan orang miskin, faktor geopolitik yang penuh ketegangan dimana masyarakat miskin aware dengan kekuatan State yang menghancurkan, serta faktor pelaksanaan demokrasi yang tidak stabil. Ketimpangan kuasa antara State dengan sipil terutama masyarakat miskin sangat jauh. Oleh karena itu rumor menjadi the weapon of the weak dari masyarakat tersebut.
Sekian.
SUMBER:
Scheper-Hughes, Nancy. "Theft of life: the globalization of organ stealing rumours." Anthropology today 12.3 (1996): 3-11.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar