Pernahkah kamu merasakan interview sableng?
Interview dimana kamu merasa sableng dan keluar kantor dengan perasaan yang penuh dengan sesal.
Pada saat itu pasti kamu memaki diri, menganjing-anjingkan diri, menggoblok-goblokkan diri dan menganggap bahwa kamu adalah orang yang SABLENG! Karena membuang sia-sia kesempatan emas untuk bekerja.
Semua orang berhak untuk memaki-maki ketololan dirinya tetapi saran dari The Great Nabsaurus aka saya yang lucu dan imut ini, lebih baik kita tidak berlarut-larut didalamnya.
Lantas, untuk meminimalisir terjadinya interview sableng ada baiknya kita mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.
Ini dia penyebab interview sableng!
1. Kurang persiapan.
Practice make perfect. Itulah kata pepatah yang sering muncul di iklan atau event-event olahraga. Nah menurut Prof Nabsaurus aka saya yang lucu dan imut ini, latihan adalah persiapan yang berulang-ulang sampai secukupnya untuk membuat apa yang kita lakukan atau kerjakan menjadi maksimal kualitasnya.
Banyak kegiatan yang membutuhkan latihan terutama perlombaan. Interview kerja itu lebih daripada perlombaan. Bila dalam lomba hadiahnya berupa barang atau uang, dalam interview kerja, hadiahnya adalah pekerjaan, jabatan, jenjang karir!
Namun sayangnya ada saja beberapa anak Adam dan Hawa yang menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mendapatkan pekerjaan dengan datang interview tanpa persiapan yang baik.
2. Gak selow.
Kedua adalah buru-buru kelar. Yak. Menurut data dari badan statistik Miss Nabsaurus sekitar 80% para pelamar kerja ingin buru-buru menyelesaikan interviewnya. Bukan karena tidak punya waktu tapi karena terlalu khawatir dengan hasil.
Jadi orang-orang ini cenderung cepat-cepat dalam berbicara dan menjawab pertanyaan karena khawatir dan sangat berorientasi dengan hasil. Mereka tidak menikmati proses sehingga segala yang dikatakannya cenderung cepat dan sulit untuk dimengerti orang lain.
Nah masalah besar dapat terjadi ketika lidah yang tak bertulang ini keplintir sehingga menjawab pertanyaan dengan menyinggung ataupun meremehkan pekerjaan dari perusahaan.
Contoh: X= "Kalau kamu kerja, berkas-berkas yang dikasih oleh manajer bakal diperiksa ulang lagi atau tidak?"
Y= "Ya kalau ada waktu". [dengan polos dan spontan]
Kalau begitu kejadiannya, kamu segera kirim lamaran ke perusahaan lain deh.
3. Gak mandi.
Iyuuuh, pastikan sebelum interview kerja kamu sudah bersih dan wangi dengan mandi. Penampilan yang lusuh dan bau badan dapat membuat orang lain menilai kamu adalah orang yang berkepribadian berantakan. Siapa yang mau mempekerjakan orang yang hidupnya berantakan?
Selain itu, kamu juga harus rapi. Pakaian harus licinseperti belut.
Kalau pakaian tidak disetrika lantas orang akan berpikir, "ishh buat nyetrika aja ga ada waktu apalagi buat kerjaan, pasti diurusnya bakal berantakan"
Alih-alih ngomongin kerjaan, yang ada kamu bakal diajak konsul tentang kehidupan kamu yang berantakan. Sableng.
4. Gak kenal perusahaan dan posisi yang dilamar.
Aduhhh aduduuuu.. pada saat interview kerja nantiterutama kalau di industri riset atau think tank, kamu bakal ditanya tentang pengetahuan seputar posisi kerja dan pengetahuan mengenai perusahaan bakal jadi nilai plus. Kalau kamu datang dengan tabula rasa, ew jangan harap bakal dapat kerjaan. Orang perlu ngeliat kamu sebagai orang yang berwawasan dan cakap sehingga dapat memajukan perusahaan. KAMU HARUS PINTER!
Kalau kamu bodoh dan jawab pertanyaan seputar pekerjaannya ngalor ngidul gak tentu arah bagai cinta yang udah bertahun tahun tapi tak kunjung menikah karena terlalu banyak alasan, yasudah.
Di tempat manapun kamu gak akan diterima, karena bodoh.
Saya aja geregetan kalo pacar mulai banyak alasan yang gak masuk akal kalo lagi ngomongin masa depan apalagi interviewer dengan masa depan perusahaan besarnya.
Segitu aja deh penyebab interview sableng. Sekarang kita udah tau kan penyebabnya dan bisa menghindari semua itu. Tangkis bang! SEMANGAT NGELAMAR KERJA!
Jadi orang-orang ini cenderung cepat-cepat dalam berbicara dan menjawab pertanyaan karena khawatir dan sangat berorientasi dengan hasil. Mereka tidak menikmati proses sehingga segala yang dikatakannya cenderung cepat dan sulit untuk dimengerti orang lain.
Nah masalah besar dapat terjadi ketika lidah yang tak bertulang ini keplintir sehingga menjawab pertanyaan dengan menyinggung ataupun meremehkan pekerjaan dari perusahaan.
Contoh: X= "Kalau kamu kerja, berkas-berkas yang dikasih oleh manajer bakal diperiksa ulang lagi atau tidak?"
Y= "Ya kalau ada waktu". [dengan polos dan spontan]
Kalau begitu kejadiannya, kamu segera kirim lamaran ke perusahaan lain deh.
3. Gak mandi.
Iyuuuh, pastikan sebelum interview kerja kamu sudah bersih dan wangi dengan mandi. Penampilan yang lusuh dan bau badan dapat membuat orang lain menilai kamu adalah orang yang berkepribadian berantakan. Siapa yang mau mempekerjakan orang yang hidupnya berantakan?
Selain itu, kamu juga harus rapi. Pakaian harus licin
Kalau pakaian tidak disetrika lantas orang akan berpikir, "ishh buat nyetrika aja ga ada waktu apalagi buat kerjaan, pasti diurusnya bakal berantakan"
Alih-alih ngomongin kerjaan, yang ada kamu bakal diajak konsul tentang kehidupan kamu yang berantakan. Sableng.
4. Gak kenal perusahaan dan posisi yang dilamar.
Aduhhh aduduuuu.. pada saat interview kerja nanti
Kalau kamu bodoh dan jawab pertanyaan seputar pekerjaannya ngalor ngidul gak tentu arah bagai cinta yang udah bertahun tahun tapi tak kunjung menikah karena terlalu banyak alasan, yasudah.
Di tempat manapun kamu gak akan diterima, karena bodoh.
Saya aja geregetan kalo pacar mulai banyak alasan yang gak masuk akal kalo lagi ngomongin masa depan apalagi interviewer dengan masa depan perusahaan besarnya.
Segitu aja deh penyebab interview sableng. Sekarang kita udah tau kan penyebabnya dan bisa menghindari semua itu. Tangkis bang! SEMANGAT NGELAMAR KERJA!

😁☕ nungguin tips sukses interview ala Nabsaurus ahhh
BalasHapusWah..
BalasHapusIni masukan yang oke ni..
Siap.