[Sefruit FanFic untuk kartun kesayangan aku, The Amazing World of Gumball. Jadi ceritanya, Elmore ini mengalami banjir karena hujan deras menurut penuturan seorang pria kelinci berwarna pink bernama Richard Watterson].
Dengan mulut bulatnya, seorang lelaki
kelinci berwarna pink dan bertubuh gendut berteriak “Banjir! Banjir!” sembari
menikmati juice jeruk diatas bebek karet tak lupa mengenakan kacamata renang
yang dilekatkan diatas kepalanya. Ia terus berteriak “Banjir! Banjir!
dengan sesekali menyeruput juice jeruk yang entah darimana ia dapatkan. Disekitarnya
tampak beberapa mobil terendam, ikan berloncat-loncatan serta
peralatan-peralatan rumah tangga yang mengalir seperti harta karun yang pasrah mengikuti
arus air. Gumball dan Darwin Watterson kerap mengambil beberapa barang terutama
komputer dan video game yang sejak dulu diinginkannya. Namun betapa
menyebalkannya ketika semua barang yang ditemuinya sudah rusak dan tidak
berguna.
Dengan
satu gigi didepan mulutnya serta setelan jas penganggurannya bunny Pink yang
diketahui bernama Richard Watterson itu berkata
“Menikmati
juice jeruk sambil berenang diatas banjir tidaklah buruk”
“Kau
tahu apa yang lebih buruk dan paling mengecewakan pada saat banjir?” lanjutnya.
“Yaitu
ketika ada banyak sekali air yang terlihat seperti susu coklat tapi kau tak
bisa meminumnya”. Gumam pria kelinci itu sambil menyerok air banjir dengan
tangannya lalu mencicipinya.
“Hmm.”
“Ini
bukan cokelaatttt!!!” Teriaknya lagi sambil mengais sisa-sisa makanan yang
terseret arus banjir.
Sementara itu, salah seorang anggota
keluarga Watterson, yaitu Darwin Watterson,yang merupakan spesies gol d fish
berkaki melihat kelakuan Richard lalu mengatakan “but, mr. Dad
meskipun bukan coklat sungguhan tapi ini sangatlah unik kita bisa berenang
diseluruh kota! Betapa menyenangkannya! Kita tidak perlu mengeluarkan
uang untuk membayar karcis di tempat renang”
“Iya kan Gumball.” Tambahnya.
“Yeah bung, itu sangatlah benar. Kita
tidak perlu membayar karcis yang akan menjadi profit bagi para developer konstruksionis
properti jahat itu.”
“devepoler konstruksinis jahat?”
tanya Darwin kepada Gumball penasaran.
“Apakah yang kau maksud itu, ayah
Penny?.” Tanyanya lagi sambil menunjuk ke arah Mr Fitzgerald.
Dengan menunjuk kearah langit dan
gaya sok tahunya, Gumball menjawab “MMh bukan. Maksudku adalah sebuah institusi
profit yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem serta daya beli masyarakat
demi terwujudnya margin yang fantastic.” Terang Gumball Watterson, anak pertama
dari keluarga yang sempurna tapi kebalikannya itu.
Di tengah perbincangan tiba tiba
terdengar suara geraman kucing biru yang merupakan ibu sekaligus kepala rumah
tangga Watterson, yaitu Nicole Watterson.
Dengan suara gemerutuk dari gigi-giginya namun dipaksa-paksa
untuk terdengar sabar, Nicole berkata “Richard, can you now please stop eating
people leftover?” “Aku khawatir terhadap perutmu dan aku juga khawatir terhadap
pandangan tetangga yang sekarang memerhatikanmu sedang memakan sampah!!! Suaranya
memekik.”
Dengan
satu plastik sampah makanan dibelakang ban karetnya, Richard Watterson
mengatakan “Hmm, baiklah.”
Tidak biasanya
Nicole berkata kasar seperti itu kepada Richard. Dengan mata bulat
berkaca-kaca, Richard yang memiliki mulut, perut, hingga kaki yang bulat itu pun
bernyanyi ditengah genangan banjir.
“Bagaimana kau
tahu perasaanku,
Yaitu ketika
banjir datang menghampiriku,
Aku selalu me mi
kir kannnnmuu…
Oh betapa
indahnya susu coklat itu.
Biarlah hanya
menjadi angan-angan
Betapa susu
coklat yang menawan
Terlahir dari rintik hujan-hujan…
Oh alangkah Tuhan sangat dermawan…”
“Gumball
can you please tell mr Dad that flood is not a milk chocolate?” Pinta Darwin sembari berbisik.
“Sure
Darwin.”
…
(15 sec ago)
“Do
it Gumball.”
“Oh
Darwin, aku sudah berpikir keras sampai otakku menangis namun tidak juga
menemukan solusinya.”
“Bagaimana kalau
kita membantu mewujudkan impian Mr Dad menjadikan banjir ini susu coklat?” Tambah
Gumball.
“Ide yang menarik, tapi bagaimana?.”
Gumball dan
Darwin pun berpikir keras bagaimana caranya mengubah air banjir menjadi susu
coklat. Saking kerasnya
berpikir, otak Gumball sampai-sampai resign dan kabur mengikuti arus banjir
bersama sampah-sampah yang lain.
“Oh tidakk,
kembali kauu sialan.” Teriak Gumball. Sementara Darwin hanya berteriak
“AAAAAAAAAAAA” (selama satu menit).
“What should we do? What should we
do??!” panik Darwin.
Berhentilah
berteriak Darwin, kita harus mengejar otakku.
“Kembalilah otak aku hanya ingin kau
berpikir sebentar saja!” Teriak Gumball dengan tergopoh-gopoh ia merakit berbagai jenis sampah yang ada menjadi sebuah perahu kecil.
Namun sia-sia, ia
tidak punya otak untuk membuat sebuah perahu kecil yang sederhana.
Dengan cepat Darwin mengatakan, “Aku
rasa kau bisa memegang erat punggungku karena aku bisa berenang dengan cepat.”
Ajak Darwin.
“Kau jenius Darwin. Aku lupa bahwa
kau adalah gol d fi…” Belum
sempat menyelesaikan kalimatnya Gumball telah berenang diatas punggung Darwin.
Darwin begitu cepat dan lincah dalam
hal berenang dan saking lincahnya, ia tidak memperhatikan bahwa selama perjalanan
wajah Gumball tergores dan terbentur berbagai barang dijalan termasuk yacht
milik ayahnya sendiri.
“Apa
kau bisa sedikit lebih pelan Darwin?.” Pinta Gumball dengan wajah penuh
memarnya.
“Oh,
maaf Gumball.” Sahut Darwin dengan wajah cutenya.
“Heyy!
Lihatlah itu, disebelah kiri!” Teriak Gumball.”
Otak itu terlihat sedang duduk
ringkih di persekatan sistem drainase air yang menuju kebawah tanah. rupanya ia
sudah pasrah.
"Oh, Otak, kumohon, kembalilah. Aku berjanji
tidak akan membuatmu berpikir hal yang sulit lagi, maafkan aku karena telah berasumsi
bahwa kau akan pintar pada waktunya."
Otak itu pun terlihat marah dan mengatakan "APA KAU SANGAT BODOH SAMPAI MENYURUHKU UNTUK MEMIKIRKAN HAL YANG MUSTAHIL
SEPERTI MEMBUAT BANJIR MENJADI SUSU COKELAT!" *SLAP*
-the end-
