Jumat, 18 Juni 2021

Elmore Flood

 


[Sefruit FanFic untuk kartun kesayangan aku, The Amazing World of Gumball. Jadi ceritanya, Elmore ini mengalami banjir karena hujan deras menurut penuturan seorang pria kelinci berwarna pink bernama Richard Watterson].

           

Dengan mulut bulatnya, seorang lelaki kelinci berwarna pink dan bertubuh gendut berteriak “Banjir! Banjir!” sembari menikmati juice jeruk diatas bebek karet tak lupa mengenakan kacamata renang yang dilekatkan diatas kepalanya. Ia terus berteriak “Banjir! Banjir! dengan sesekali menyeruput juice jeruk yang entah darimana ia dapatkan. Disekitarnya tampak beberapa mobil terendam, ikan berloncat-loncatan serta peralatan-peralatan rumah tangga yang mengalir seperti harta karun yang pasrah mengikuti arus air. Gumball dan Darwin Watterson kerap mengambil beberapa barang terutama komputer dan video game yang sejak dulu diinginkannya. Namun betapa menyebalkannya ketika semua barang yang ditemuinya sudah rusak dan tidak berguna.

Dengan satu gigi didepan mulutnya serta setelan jas penganggurannya bunny Pink yang diketahui bernama Richard Watterson itu berkata

“Menikmati juice jeruk sambil berenang diatas banjir tidaklah buruk”

“Kau tahu apa yang lebih buruk dan paling mengecewakan pada saat banjir?” lanjutnya.

“Yaitu ketika ada banyak sekali air yang terlihat seperti susu coklat tapi kau tak bisa meminumnya”. Gumam pria kelinci itu sambil menyerok air banjir dengan tangannya lalu mencicipinya.

“Hmm.”

“Ini bukan cokelaatttt!!!” Teriaknya lagi sambil mengais sisa-sisa makanan yang terseret arus banjir.

Sementara itu, salah seorang anggota keluarga Watterson, yaitu Darwin Watterson,yang merupakan spesies gol d fish berkaki melihat kelakuan Richard lalu mengatakan “but, mr. Dad meskipun bukan coklat sungguhan tapi ini sangatlah unik kita bisa berenang diseluruh kota! Betapa menyenangkannya! Kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar karcis di tempat renang”

“Iya kan Gumball.” Tambahnya.

“Yeah bung, itu sangatlah benar. Kita tidak perlu membayar karcis yang akan menjadi profit bagi para developer konstruksionis properti jahat itu.”

“devepoler konstruksinis jahat?” tanya Darwin kepada Gumball penasaran.

“Apakah yang kau maksud itu, ayah Penny?.” Tanyanya lagi sambil menunjuk ke arah Mr Fitzgerald.

Dengan menunjuk kearah langit dan gaya sok tahunya, Gumball menjawab “MMh bukan. Maksudku adalah sebuah institusi profit yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem serta daya beli masyarakat demi terwujudnya margin yang fantastic.” Terang Gumball Watterson, anak pertama dari keluarga yang sempurna tapi kebalikannya itu.

Di tengah perbincangan tiba tiba terdengar suara geraman kucing biru yang merupakan ibu sekaligus kepala rumah tangga Watterson, yaitu Nicole Watterson.

Dengan suara gemerutuk dari gigi-giginya namun dipaksa-paksa untuk terdengar sabar, Nicole berkata “Richard, can you now please stop eating people leftover?” “Aku khawatir terhadap perutmu dan aku juga khawatir terhadap pandangan tetangga yang sekarang memerhatikanmu sedang memakan sampah!!! Suaranya memekik.”

            Dengan satu plastik sampah makanan dibelakang ban karetnya, Richard Watterson mengatakan “Hmm, baiklah.”

    Tidak biasanya Nicole berkata kasar seperti itu kepada Richard. Dengan mata bulat berkaca-kaca, Richard yang memiliki mulut, perut, hingga kaki yang bulat itu pun bernyanyi ditengah genangan banjir.

“Bagaimana kau tahu perasaanku,

Yaitu ketika banjir datang menghampiriku,

Aku selalu me mi kir kannnnmuu…

Oh betapa indahnya susu coklat itu.

 

Biarlah hanya menjadi angan-angan

Betapa susu coklat yang menawan

Terlahir dari rintik hujan-hujan…

Oh alangkah Tuhan sangat dermawan…”

 

            “Gumball can you please tell mr Dad that flood is not a milk chocolate?” Pinta Darwin sembari berbisik.

            “Sure Darwin.”

            … (15 sec ago)

            “Do it Gumball.”

            “Oh Darwin, aku sudah berpikir keras sampai otakku menangis namun tidak juga menemukan solusinya.”

    “Bagaimana kalau kita membantu mewujudkan impian Mr Dad menjadikan banjir ini susu coklat?” Tambah Gumball.

“Ide yang menarik, tapi bagaimana?.”

    Gumball dan Darwin pun berpikir keras bagaimana caranya mengubah air banjir menjadi susu coklat. Saking kerasnya berpikir, otak Gumball sampai-sampai resign dan kabur mengikuti arus banjir bersama sampah-sampah yang lain.

“Oh tidakk, kembali kauu sialan.” Teriak Gumball. Sementara Darwin hanya berteriak “AAAAAAAAAAAA” (selama satu menit).

“What should we do? What should we do??!” panik Darwin.  

Berhentilah berteriak Darwin, kita harus mengejar otakku.

            “Kembalilah otak aku hanya ingin kau berpikir sebentar saja!” Teriak Gumball dengan tergopoh-gopoh ia merakit berbagai jenis sampah yang ada menjadi sebuah perahu kecil.

Namun sia-sia, ia tidak punya otak untuk membuat sebuah perahu kecil yang sederhana.

    Dengan cepat Darwin mengatakan, “Aku rasa kau bisa memegang erat punggungku karena aku bisa berenang dengan cepat.” Ajak Darwin.

            “Kau jenius Darwin. Aku lupa bahwa kau adalah gol d fi…” Belum sempat menyelesaikan kalimatnya Gumball telah berenang diatas punggung Darwin.

Darwin begitu cepat dan lincah dalam hal berenang dan saking lincahnya, ia tidak memperhatikan bahwa selama perjalanan wajah Gumball tergores dan terbentur berbagai barang dijalan termasuk yacht milik ayahnya sendiri.

            “Apa kau bisa sedikit lebih pelan Darwin?.” Pinta Gumball dengan wajah penuh memarnya.

            “Oh, maaf Gumball.” Sahut Darwin dengan wajah cutenya.

            “Heyy! Lihatlah itu, disebelah kiri!” Teriak Gumball.”  

Otak itu terlihat sedang duduk ringkih di persekatan sistem drainase air yang menuju kebawah tanah. rupanya ia sudah pasrah.

"Oh, Otak, kumohon, kembalilah. Aku berjanji tidak akan membuatmu berpikir hal yang sulit lagi, maafkan aku karena telah berasumsi bahwa kau akan pintar pada waktunya."

Otak itu pun terlihat marah dan mengatakan "APA KAU SANGAT BODOH SAMPAI MENYURUHKU UNTUK MEMIKIRKAN HAL YANG MUSTAHIL SEPERTI MEMBUAT BANJIR MENJADI SUSU COKELAT!" *SLAP*

 

-the end-